Tidak hanya itu, Singky juga mengatakan jika masih banyak persoalan di KBS. Salah satunya di antaranya terkait gugatan di Perusahaan Tata Usaha Negara (PTUN) dan dana hasil pengelolaan Tim Pengelolah Sementara (TPS) KBS sebelum akhirnya dikelola oleh PDTS KBS yang perlu diaudit.
“Selanjutnya dana tersebut setelah diaudit bisa masuk ke Kas PDTS KBS, karena dana tersebut sejatinya milik KBS,” katanya.
Singky juga menyarankan agar Direksi PDTS KBS lebih baik fokus memikirkan Harimau Sumatera KBS yang belum bisa dikawinkan hingga bisa punya keturunan, dan koleksi Singa yang lumpuh juga tidak bisa mempunyai keturunan.
“Belum lagi satwa single yang tidak miliki pasangan serta satwa yang over populasi seperti komodo, jalak Bali, babi rusa dan bekantan,” katanya.(ant/rur)












