“Dia kirim surat terima kasih. Dia ternyata juga orang miskin, yang biasanya memasak itu. Dari hasil memasak (permakanan) itu, ekonominya jadi terbantukan,” terangnya.
Seiring berjalannya waktu, Wali Kota Risma pun kemudian menggagas ide baru untuk menambah kategori penerima permakanan tersebut. Dengan program permakanan tambahan yang bergizi. Sebanyak 260.636 orang menerima program permakanan tambahan itu. Makanan tersebut diberikan sebulan sebanyak empat kali. Rinciannya yakni, lansia miskin sebanyak 57.311 penerima, balita 164.000, siswa PAUD 33.737, balita kekurangan gizi 280 anak, ibu hamil/menyusui 1.020, cancer patients 825, pasien TBC 2.300, penderita HIV/AIDS 150, pasien lepra/kusta 80, petugas fogging 128, siswa PAUD 30.100 (makanan bergizi) dan terakhir pos PAUD (PPT) sebanyak 1.397.
“Makanan tambahan itu sebulan empat kali, tapi isinya itu yang ada gizinya. Ada anak paud, anak balita, orang kena TBC, orang kena Aids. Selain itu, kita kasih makanan tambahan untuk vitaminnya dia (penderita TBC/AIDS), supaya cepat sembuh,” imbuhnya.
Tidak hanya itu, Wali Kota Risma menuturkan, sebulan sekali dokter juga melakukan pemeriksaan ke rumah-rumah penderita TBC dan HIV/AIDS tersebut. Sementara untuk lansia, Pemkot Surabaya mempunyai posyandu lansia yang memberikan layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis. Seperti, layanan pemeriksaan kolesterol, asam urat, gula darah, mata, dan tekanan darah tinggi. “Itu dokter datang, dan itu semua gratis. Semua lansia (miskin) yang tergabung di posyandu lansia itu, kita tambahi makanan tambahan yang bergizi,” kata dia.












