“Dua minggu lagi Rochman masih akan kontrol. Kontrol selanjutnya tergantung pada kondisi luka pasca operasi saluran kencingnya. Proses pembuatan penisnya akan dilakukan saat Rochman remaja. Kenapa? Kalau mau dibuatkan sekarang, nanti kalau dia remaja akan dibongkar lagi. Jadi biar satu kali proses, dibuatkan nanti saja waktu remaja,” terangnya.
Prof Nasih menuturkan Rochman-Rochim merupakan bukti keberhasilan inovasi RSUD dr Soetomo yang telah membentuk tim kembar siam. Kerja keras dan kerjasama tim dokter selama 9 tahun menangani Rochman-Rochim akhirnya menghasilkan manfaat luar biasa.












