Ia menjelaskan saat ini sudah tidak dikenal lagi perguruan tinggi yang nyaman sendiri di menara gading dan tercerabut dari masyarakatnya. Seluruh riset akademik harus melahirkan temuan baru yang menjadi solusi atas persoalan umat. “Penelitian harus melibatkan masyarakat, karena mereka adalah subjek dari perubahan itu sendiri,” ujarnya.
Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Kamaruddin Amin, menuturkan sepanjang 2018, setidaknya ada 12.000 proposal penelitian yang masuk ke Kemenag. Jumlah tersebut tebilang cukup banyak, namun masih perlu dikaji tingkat relevansinya dalam menjawab persoalan umat dan meneguhkan aspek pengabdian masyarakat.












