Cakrawala SurabayaHeadline

Rilis 2019, ‘Say I Love You’ Angkat Kisah Sekolah Selamat Pagi Indonesia

×

Rilis 2019, ‘Say I Love You’ Angkat Kisah Sekolah Selamat Pagi Indonesia

Sebarkan artikel ini
Press conference film 'Say, I Love You' di Surabaya, Sabtu (15/9/2018).

Menurut Endik, ‘Say, I Love You’ memakai judul berbahasa Inggris agar kekinian dan mengena di hati, karena film ini membidik penonton terutama usia 13-24 tahun yang merupakan generasi milenial.

Sementara itu Brandon Chia, Chairman dan CEO High-Desert lntemational (HDI), mengapresiasi film tersebut. Ia mengatakan, para siswa SMA SPI bisa menjadi inspirasi khususnya bagi anak muda. Ia salut dan bangga terhadap kemauan mereka yang kuat untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan agar menjadi orang yang sukses.

Ia berharap akan ada sekolah-sekolah seperti SPI di daerah-daerah lain yang peduli pada anak-anak tak mampu, karena kondisi demikian banyak terjadi di berbagai daerah.

Disutradarai oleh Faozan Rizal, film ini melibatkan banyak pemain di antaranya Verdi Solaiman (Ko Jul), Dinda Hauw (Sheren), Nadira Octova (Olfa), Amy Namira (Yuni), Shenina Cinnamon (Dilla), Teuku Ryzki (Ridwan), Ashilla Zahrantiara (Yohana), Matthew Marcellino (Tanto), Rachel Amanda (Sayydah), Shania Aryanto (Vira), Ibnu Rahim (Rustam), Yosie Kristanto (Wayan), Alvaro Maldini Siregar (Robet), Meriza Febriani (Bu Risna), Teuku Rifnu Wikana (Pak Ahyat) dan Fuad Idris (Pak Suharsono). Juga menampilkan bintang senior Olga Lidya sebagai Yenni istri Ko Jul dan Butet Kertarejasa sebagai Pak Didik.

Film ‘Say, I Love You’ berkisah tentang sekolah gratis SMA SPI terancam ditutup. Kekacauan sering terjadi. Robet, biang keonaran, merasa bahwa sekolah tidak memberikan harapan masa depan. Para siswa tak memiliki rasa percaya diri, karena mereka kebanyakan adalah anak yatim piatu. Ia memanfaatkan Ridwan dan teman-temannya untuk mengacau. Ulah mereka membuat para guru tak nyaman. Reputasi sekolah memburuk. Sheren dan Sayydah berupaya membantu Ko Jul, pengelola sekolah, memperbaiki keadaan. Mereka berhasil meyakinkan Olfa, Yohana, Dilla dan Wayan bahwa sekolah mereka harus punya prestasi yang membanggakan agar jangan sampai ditutup. Kesinisan Robet berubah menjadi rasa cinta terhadap Sheren. Namun sekolah melarang para siswa berpacaran. Jika ketahuan bisa dikeluarkan.(rur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *