Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, tes DNA bagi balita asuh itu baru kali pertama dilakukan di Indonesia. “Ini pertama di Indonesia, khususnya di Labfor dan Dokkes Polda Jatim,” ungkapnya.
Barung menjelaskan, pemeriksaan dimaksudkan untuk mengetahui DNA balita. “Ini untuk mengantisipasi atau meminalisasi kesalahan atau kekeliruan penyerahan balita kepada seseorang atau wali yang berhak,” ungkapnya.












