Dalam sosialisasi itu, biasanya Dinas Pemadam Kebakaran melatih memadamkan api dengan karung goni basah, tabung semprot drypowder dan tabung gas CO2. Biasanya, para peserta diajak memadamkan langsung kebakaran itu.
“Untuk cara pemakaian tabung drypowder maupun CO2, pertama tarik pin pengaman. Kemudian pegang ujung selang semprot dengan satu tangan, sementara tangan lainnya memegang tuas penekan. Setelah itu, semprotkan titik api dengan jarak paling dekat empat meter,” ujar Tyar.
Melalui berbagai pelatihan dan sosialisasi ini, maka diharapkan dapat menekan angka kebakaran di Kota Surabaya, karena warga sudah banyak mengetahui cara mencegah kebakaran di lingkungannya masing-masing.
Makanya, ketika ada kebakaran, warga bisa melakukan pemadaman awal sebelum datangnya petugas Dinas Pemadam Kebakaran.











