Kepala Bidang Preservasi dan Peralatan I BBPJN VIII Kementerian PUPR, Sodeli dikonfirmasi, Senin (27/8) mengatakan, saat ini di lokasi tanah longsor tersebut saat ini pihak BBPJN VIII Surabaya tengah membuat tembok penahan tebing.
Ia menjelakan, tembok penahan tebing ini akan berguna bila suatu saat terjadi longsor susulan di lain waktu maka tidak sampai menutup jalan raya. “Jadi ini nanti akan dilakukan penggalian tebing sekitar jarak empat meter, kemudian kami pasang bor pile dan dibangun tembok penahan. Harapannya ke depan apabila terjadi longsor maka material akan berada di belakang tembok,” terang Sodeli.
Tebing yang dikerjakan diakui cukup curam dan rawan longsor, kendati demikian BBPJN VIII akan terus melakukan pengerjaan dengan tetap memperhatikan keselamatan pekerja dan pengguna jalan. “Ini memang akan terus terjadi berulang-ulang, sambil kami bekerja, makanya nanti akan dilakukan pengaturan,” paparnya.












