“Kalau Wali Kota akan memindahkan kegiatan pementasan budaya di THR seperti ludruk, ketoprak, wayang orang dan stan ke gedung tersebut, tetap saja masih memerlukan pembenahan di beberapa tempat dan itu menyangkut soal anggaran,” tandas Poliana.
Politisi perempuan PDIP yang telah bertahan selama empat periode di DPRD Surabaya ini berharap, agar perencanaan dan penganggarannya tidak terlambat karena akibatnya realisasi revitalisasi gedung tersebut masih harus menunggu anggaran berikutnya.
“Kalau menunggu lagi, kondisinya akan semakin parah karena tidak terurus, maka sebaiknya kita songsong saja serah terima itu dengan perencanaan dan dukungan anggaran yang matang,” pungkasnya.(nafan hadi)












