“Mulai dari Banyuwangi sampai Sumenep, mulai dari kader biasa hingga anggota dewan semuanya berkurban. Bahkan daerah kepulauan seperti Sapeken juga kita kirim hewan kurban, apresiasi luar biasa, melihat kondisi ekonomi saat ini, rasanya tidak mudah,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Bagus menjelaskan, ibadah kurban bukan hanya ritual tahunan, tetapi juga momentum menumbuhkan kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Nilai utama kurban adalah keikhlasan dan pengorbanan. Kami ingin semangat itu hadir dalam pelayanan kepada masyarakat, terutama bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Ini saya sampaikan ke kader PKS,” ungkapnya.
Ia menambahkan, antusiasme kader dan aleg PKS untuk berkurban tahun ini menjadi tanda bahwa kepedulian kuat meski kondisi ekonomi disebut sedang menghadapi tantangan.
“Kalau memang kondisi ekonomi sedang sulit, justru di situ semangat berbagi harus semakin dikuatkan. Alhamdulillah kader-kader PKS tetap memiliki semangat untuk berkurban dan melayani masyarakat,” tutur Bagus.












