Kebijakan pemerintah pusat dinilai telah berhasil memengaruhi paradigma pemberdayaan ekonomi di tingkat daerah. Penyaluran bantuan tidak lagi sekadar tunai, namu sudah bergeser pada kemandirian warga melalui inovasi “SABI BISA!”. Program inklusif ini melatih penyandang disabilitas fisik agar memiliki keterampilan wirausaha bersamaan dengan penguatan UMKM lokal.
Selain itu, untuk menekan kemiskinan BP Taskin meminta agar daerah fokus pada pembangunan infrastruktur fisik. Pemerintah daerah kini diminta memusatkan anggaran untuk Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan program jambanisasi. Akses jalan di desa-desa tertinggal juga terus dibuka demi melancarkan roda perekonomian warga.












