Selain aspek fisik, tim penilai juga mencermati bagaimana koordinasi antarwarga dibangun, keterlibatan lintas generasi dalam kegiatan sosial, serta konsistensi masyarakat dalam menjaga hasil kerja bakti agar tetap berkelanjutan. Hal ini dinilai penting karena Gerakan Indonesia ASRI tidak hanya berorientasi pada penampilan lingkungan saat penjurian berlangsung, tetapi juga pada pembentukan budaya kolektif yang terus hidup di tengah masyarakat.
Pemerintah Kota Surabaya menilai kegiatan seperti ini memiliki dampak strategis dalam membangun karakter masyarakat perkotaan yang peduli terhadap lingkungan, disiplin dalam menjaga kebersihan, serta memiliki rasa tanggung jawab sosial yang tinggi.












