Surabaya, CakrawalaNews.co – DPRD Kota Surabaya tidak hanya mendorong pengawasan ketat terhadap arus urbanisasi pasca Lebaran, tetapi juga menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam menangani para pendatang.
Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Cahyo Siswo Utomo, mengatakan urbanisasi merupakan fenomena yang tidak bisa dihindari, seiring posisi Surabaya sebagai pusat ekonomi yang terus menarik masyarakat dari berbagai daerah.
“Urbanisasi pasca Lebaran adalah hal yang wajar. Tapi yang penting bagaimana kita mengelolanya dengan baik, agar tidak menimbulkan persoalan baru,” ujarnya, Kamis (26/3).
Menurutnya, pengawasan tetap diperlukan, terutama untuk memastikan setiap pendatang memiliki identitas yang jelas dan tujuan yang pasti. Namun, penanganan tidak boleh semata-mata bersifat represif atau administratif.
DPRD, lanjutnya, mendorong agar pemerintah kota mengedepankan pendekatan yang lebih manusiawi, khususnya bagi pendatang yang tidak memiliki pekerjaan atau terlantar.
“Pendatang yang masuk ke Surabaya harus dipastikan memiliki kejelasan identitas dan tujuan. Namun penanganannya tetap harus mengedepankan pendekatan humanis, terutama bagi mereka yang membutuhkan perlindungan sosial,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran fasilitas sosial seperti Liponsos dalam menangani pendatang yang membutuhkan perlindungan. Menurutnya, langkah pemulangan ke daerah asal harus dilakukan dengan pendekatan yang layak dan bermartabat.
“Penanganannya harus humanis. Bukan sekadar dipulangkan, tapi dipastikan juga prosesnya sesuai dan tidak menimbulkan persoalan baru,” tegasnya.
Di sisi lain, DPRD tetap mendorong penguatan sistem pendataan kependudukan berbasis digital hingga tingkat RT/RW, serta penegakan aturan bagi pemilik rumah kos untuk melaporkan penghuni baru.
Dengan kombinasi antara pengawasan dan pendekatan humanis, DPRD berharap pengendalian urbanisasi di Surabaya dapat berjalan lebih seimbang.
“Tujuannya jelas, menjaga ketertiban kota tanpa mengabaikan sisi kemanusiaan,” pungkasnya. (ADV)













