“Kepala Bappeko itu berat. Saya kena penyakit mag akut pertama kali juga pas di Bappeko,” ceritanya.
Strategisnya peran Bappeko kembali terlihat saat dituntut mampu mengintegrasikan seluruh OPD yang ada. Risma mencontohkan program yang dimiliki Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo).
Mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) menuturkan, sebelum ditarik ke Diskominfo, bandwidth yang harus dibayar Dinas Perhubungan cukup besar. Tiap tahunnya mencapai Rp 17 miliar.
“Tapi setelah bandwidth ditarik ke Diskominfo sekarang menjadi gratis,” jelas Risma.
Ditanya apakah dirinya sekarang sudah mengantongi nama pejabat yang akan mengisi Kepala Bappeko, lagi-lagi Risma enggan menjawab. Menurutnya, itu merupakan bagian strategi yang ia miliki.












