“Produksi di dua IPAM utama berjalan stabil. Bahkan saat musim hujan, proses pengolahan air cenderung lebih baik karena adanya partikel alami yang membantu proses pengendapan,” jelasnya.
Berdasarkan data BMKG Juanda, potensi cuaca ekstrem diperkirakan terjadi pada 10 hingga 20 Maret 2026. Namun demikian, kondisi tersebut dipastikan tidak mengganggu sistem distribusi air bersih kepada pelanggan.
Perumda Surya Sembada juga memastikan respons cepat terhadap potensi gangguan di lapangan. Hingga saat ini, tidak ditemukan kebocoran pipa besar yang dapat menghambat distribusi air.
“Kalau kebocoran besar tidak ada. Hanya beberapa kebocoran kecil dan semuanya sudah langsung ditangani oleh tim distribusi di lapangan,” tegasnya.












