Surabaya, Cakrawalanews.co – Kepadatan lalu lintas di Kota Surabaya mengalami peningkatan yang cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir, terutama pada sore hari menjelang waktu berbuka puasa.
Lonjakan volume kendaraan tersebut terpantau terjadi di sejumlah ruas jalan utama serta kawasan pusat perbelanjaan yang mulai dipadati oleh masyarakat.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Trio Wahyu Bowo, menjelaskan bahwa kemacetan yang terjadi pada jam tersebut sangat dipengaruhi oleh waktu kepulangan masyarakat yang hampir bersamaan.
Menurut Trio, banyak warga yang ingin segera sampai di rumah agar dapat berbuka puasa bersama keluarga, sehingga pergerakan kendaraan meningkat pesat dalam satu waktu yang sama.
“Menjelang waktu berbuka puasa, pergerakan kendaraan meningkat karena banyak warga pulang kerja pada waktu yang hampir bersamaan, kondisi ini membuat sejumlah ruas jalan utama dan kawasan pusat perbelanjaan mengalami kepadatan,” kata Trio pada hari Sabtu tanggal 14 Maret 2026.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dinas Perhubungan Surabaya terus melakukan koordinasi intensif dengan Satuan Lalu Lintas Polrestabes Surabaya dalam melakukan pengaturan lalu lintas di berbagai titik rawan kemacetan.
Pemantauan kondisi lalu lintas dilakukan secara terus-menerus melalui jaringan kamera pengawas atau CCTV yang terhubung langsung dengan sistem Surabaya Intelligent Transport System di pusat kendali Terminal Bratang.
Trio menjelaskan bahwa ketika memasuki jam sibuk sore hari sekitar pukul 15.00 WIB, petugas akan mulai memprioritaskan arus kendaraan yang mengarah keluar kota atau menuju wilayah selatan Surabaya.
“Pengaturan dilakukan dengan menyesuaikan durasi lampu lalu lintas, pada jalur tertentu, waktu lampu hijau diperpanjang untuk memperlancar arus kendaraan yang menjadi prioritas,” ujarnya.
Trio menerangkan bahwa kebijakan tersebut memang berpotensi meningkatkan kepadatan di jalur lain, namun langkah itu dinilai sangat perlu agar jalur utama yang digunakan masyarakat saat pulang kerja tetap dapat dilalui dengan lebih lancar.
“Selain itu, pola pengaturan lalu lintas juga disesuaikan dengan waktu kepadatan kendaraan, pada jam sibuk pagi hari, prioritas diberikan pada arus kendaraan yang masuk ke Kota Surabaya, mulai dari Bundaran Waru menuju Jalan Darmo, Kertajaya hingga Urip Sumoharjo,” terangnya.
Trio menambahkan bahwa seluruh titik kepadatan lalu lintas di Surabaya telah terpantau melalui CCTV yang terhubung dengan sistem pengendalian lalu lintas kota secara terpusat.
Di sejumlah persimpangan, lampu lalu lintas juga telah menggunakan teknologi smart traffic light yang mampu menyesuaikan durasi lampu merah dan hijau secara otomatis berdasarkan volume kendaraan yang ada.
“Meski demikian, pengawasan tetap dilakukan oleh petugas secara langsung, jika antrean kendaraan melebihi batas tertentu, petugas akan melakukan intervensi manual untuk menyesuaikan pengaturan lalu lintas,” imbuhnya.
Trio juga menjelaskan bahwa perubahan lampu lalu lintas yang terkadang terasa lebih cepat bagi pengguna jalan merupakan bagian dari strategi pengendalian arus kendaraan yang sistematis.
“Pengaturan tersebut dilakukan agar arus lalu lintas, terutama pada jam pulang kerja menjelang berbuka puasa, tetap bergerak lebih lancar,” pungkasnya.(wan/had)



