Ia mencontohkan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mengawasi aktivitas digital anak, termasuk memberikan teladan dalam penggunaan media sosial di rumah.
“Orang tua juga harus menjadi bagian dari pengawasan. Tidak bisa hanya membatasi anak, tetapi orang tuanya bebas mengakses konten tanpa kontrol,” ujarnya.
Terkait wacana ekstrakurikuler game online, Johari menyebut DPRD masih perlu melihat jenis game yang akan digunakan serta dampaknya terhadap perkembangan anak.
“Harus dilihat apakah game itu bisa meningkatkan IQ, AQ, atau SQ anak. Selain itu juga harus ada SOP yang jelas untuk kegiatan ekstrakurikuler dan penelitian akademis tentang pengaruh game online terhadap anak,” jelasnya.
Menurut dia, hasil kajian tersebut nantinya akan menjadi dasar apakah program ekstrakurikuler game online dapat diterapkan di sekolah-sekolah Surabaya atau tidak.












