Namun, Anggota Komisi D DPRD Surabaya Johari Mustawan menegaskan bahwa rencana tersebut hingga kini masih dalam tahap kajian dan belum ditetapkan sebagai kebijakan resmi.
“Ekstrakurikuler terkait game online itu masih dalam pengkajian. Belum sampai ditetapkan sebagai kegiatan resmi di sekolah maupun menjadi bagian dari kurikulum,” ujar Johari Kamis (12/03/2026).
Menurutnya, pemerintah tidak bisa sepenuhnya menahan perkembangan teknologi yang mempengaruhi generasi muda, termasuk generasi Z, Alpha, hingga Beta yang akan datang.
“Anak-anak sekarang tidak bisa dihalangi dari pengaruh teknologi. Yang bisa dilakukan adalah memperkuat moral, pendidikan, dan pengawasan baik dari sekolah maupun keluarga,” katanya.
Johari menilai kebijakan pembatasan akun media sosial bagi anak merupakan langkah yang baik, namun harus disertai dengan aturan turunan dan penguatan peran keluarga.












