Cakrawala JatimCakrawala NewsCakrawala PendidikanHeadline

Pemprov Jatim Alokasikan Rp46,8 Miliar untuk Revitalisasi Puluhan SMA dan SMK

×

Pemprov Jatim Alokasikan Rp46,8 Miliar untuk Revitalisasi Puluhan SMA dan SMK

Sebarkan artikel ini
Khofifah saat meresmikan rehabilitasi diSampang
Khofifah saat meresmikan rehabilitasi diSampang

Cakrawalanews.co-Provinsi Jawa Timur resmi mengucurkan anggaran sebesar Rp46,8 miliar yang dialokasikan khusus untuk rehabilitasi serta revitalisasi sarana dan prasarana (sarpras) di 51 lembaga pendidikan, mulai dari SMA, SMK, hingga SLB, baik negeri maupun swasta.

Langkah ini menyasar sekolah-sekolah yang tersebar di wilayah Kabupaten Jombang, Nganjuk, dan Blitar guna memastikan kualitas fasilitas pendidikan tetap memadai.

Secara rinci, Kabupaten Jombang menerima alokasi sebesar Rp13,9 miliar untuk 16 lembaga pendidikan, disusul Kabupaten Nganjuk dengan dana Rp13,3 miliar untuk 14 lembaga.

Sementara itu, Kabupaten Blitar mendapatkan porsi terbesar yakni Rp19,5 miliar yang diperuntukkan bagi 21 lembaga pendidikan.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga mutu pendidikan menengah dan vokasi agar tetap relevan dengan perkembangan zaman serta kebutuhan dunia kerja.

Dalam keterangannya di Jombang pada Kamis, 12 Maret 2026, Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa rehabilitasi sarpras ini bertujuan untuk membangun ekosistem pendidikan yang aman dan nyaman bagi seluruh warga sekolah.

Beliau berharap peningkatan fasilitas ini dapat memacu munculnya prestasi-prestasi luar biasa dari para siswa. “Suasana belajar makin tersupport oleh sarana prasarana, gurunya makin convinient (nyaman), ekosistem belajarnya makin membaik, anak-anak juga begitu, sehingga akan memacu pada prestasi-prestasi luar biasa,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Gubernur menekankan bahwa peresmian program ini bukan sekadar seremoni fisik, melainkan sebuah penegasan komitmen bahwa pendidikan adalah prioritas utama dalam membangun sumber daya manusia Jawa Timur yang unggul dan berdaya saing.

Menurutnya, hal ini merupakan bentuk keberpihakan negara agar proses belajar berlangsung lebih kondusif sekaligus bermutu.

Beliau juga menambahkan bahwa peresmian ini adalah sebuah investasi peradaban yang hasilnya akan dituai oleh generasi mendatang.

“Inilah wujud nyata komitmen kita dalam menjaga martabat pendidikan sekaligus merawat masa depan anak-anak kita,” ujar Khofifah.

Ia menjelaskan bahwa sekolah adalah ruang tumbuh bagi nilai, karakter, dan mimpi anak-anak, sehingga revitalisasi ini mencakup aspek yang luas, mulai dari ruang kelas yang aman, sanitasi layak, hingga suasana sekolah yang ramah anak guna menciptakan ekosistem belajar yang sehat.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengungkapkan bahwa program ini adalah ikhtiar pemerintah untuk memberikan pemerataan pendidikan yang layak. Selain perbaikan, dilakukan pula pembangunan berbagai fasilitas baru untuk mendukung pembelajaran yang lebih modern.

Aries pun menitipkan pesan agar seluruh warga sekolah turut menjaga dan merawat fasilitas yang telah diberikan.

“Jangan sampai fasilitas ini hanya digunakan, tapi tidak dirawat, tidak diperhatikan, bahkan ditingkatkan fasilitasnya, sehingga sangat mendukung di dalam proses pembelajaran bagi guru dan murid-murid kita,” pungkasnya. ( wa/ar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *