Cakrawala DaerahCakrawala JatimHeadlinePeristiwa

KemenPAN-RB Dorong Implementasi Interoperabilitas Data di MPP Gajah Mada Mojokerto

×

KemenPAN-RB Dorong Implementasi Interoperabilitas Data di MPP Gajah Mada Mojokerto

Sebarkan artikel ini
KemenPAN-RB dorong penguatan Data di MPP Gajah Mad
KemenPAN-RB dorong penguatan Data di MPP Gajah Mad

Cakrawalanews.co, –  Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), Otok Kuswandaru, mendorong penerapan interoperabilitas data di Mal Pelayanan Publik (MPP) Gajah Mada Kota Mojokerto. Dalam kunjungannya pada Kamis, 5 Maret 2026, ia menilai bahwa pengembangan pelayanan publik ke depan harus diarahkan pada peningkatan integrasi sistem layanan berbasis data. Mengenai hal yang perlu ditingkatkan, ia menyatakan, “Apa yang perlu ditingkatkan? Saya kira hampir semua MPP bagaimana melanjutkan ke level berikutnya, yaitu interoperabilitas data.”

Terkait teknis interoperabilitas data tersebut, Otok menjelaskan bahwa masyarakat yang sudah mengakses satu layanan seharusnya tidak perlu lagi melengkapi persyaratan yang sama ketika mengurus layanan lain. Menurutnya, dengan sistem yang saling terhubung, data yang sudah dimiliki pemerintah dapat dimanfaatkan secara bersama untuk mempermudah pelayanan. “Jadi masyarakat ketika sudah masuk ke akses layanan tertentu, kalau syaratnya sama untuk layanan lain mestinya tidak perlu diminta lagi. Harus ada data yang saling terhubung,” ujarnya.

Dari sisi sarana dan prasarana, Otok menilai MPP Gajah Mada telah memberikan kenyamanan luar biasa bagi masyarakat dalam mengakses berbagai layanan di satu lokasi. Ia memuji fasilitas yang tersedia dengan mengatakan, “Saya kira ini salah satu MPP yang menurut saya sangat baik. Dari sisi fasilitas sudah sangat luar biasa, gedungnya sudah sangat luas sekali.” Selain itu, ia memberikan apresiasi terhadap transparansi petugas pelayanan yang ia temui langsung saat berdialog. “Kepada kami saja terbuka, apalagi kepada masyarakat. Jadi transparansi menjadi bagian yang pasti dan harus terus ditingkatkan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Otok menyarankan agar kualitas pelayanan publik diukur melalui pengalaman langsung masyarakat atau journey experience. Ia menekankan bahwa cara terbaik mengetahui kualitas layanan adalah dengan bertanya langsung kepada warga mengenai pengalaman mereka sejak tiba di lokasi, mulai dari kondisi parkir hingga hasil layanan yang diterima. “Kalau ingin tahu kualitas pelayanan itu sebenarnya sederhana, tanyakan langsung kepada masyarakat tentang pengalaman mereka. Mulai dari pertama datang, bagaimana di parkirannya, proses pelayanannya, fasilitasnya, sampai hasil layanan yang mereka terima,” jelasnya.

Merespons arahan tersebut, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan komitmen kuat Pemerintah Kota Mojokerto untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik. “Saya, Pak Sekda dan seluruh jajaran di Pemkot Mojokerto memang berkomitmen bagaimana memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat,” tegasnya. Wali kota yang akrab disapa Ning Ita tersebut juga menyatakan kesiapan jajarannya untuk mengejar target capaian yang lebih tinggi. “Apalagi kalau anda memberikan kami target langsung yang tertinggi. Nah, kami siap. Ini kadisnya juga siap diajak berlari dan melompat,” kata wali kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini.

Sebagai penutup, Ning Ita menambahkan bahwa dengan keterbatasan potensi wilayah yang dimiliki, peningkatan kualitas pelayanan merupakan langkah strategis yang harus terus dilakukan. “Karena Kota Mojokerto ini kecil sekali. Potensi kita itu sangat terbatas. Maka yang bisa kita lakukan adalah meng-upgrade pelayanan supaya terus menjadi yang terbaik dan semakin baik bagi masyarakat,” pungkasnya.( wa/at)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *