Dalam keterangannya pada Selasa tersebut, Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa ini merupakan penyaluran Sapa Bansos ketujuh di tahun 2026. Beliau memaparkan bahwa terdapat bantalan sosial yang sifatnya charity untuk kategori vulnerable group atau kelompok rentan, mulai dari disabilitas berat hingga lansia kurang mampu melalui asistensi sosial serta PKH Plus. Lebih lanjut, Khofifah menambahkan bahwa bantuan tersebut juga mencakup program penguatan ekonomi seperti KIP Jawara untuk pengentasan kemiskinan ekstrem, zakat produktif, serta program pemberdayaan desa. “Ada juga program untuk KIP Jawara pengentasan kemiskinan ekstrem dan zakat produktif. Jadi sifatnya bantalan ekonomi. Ada juga yang sifatnya penguatan dan pemberdayaan di tingkat desa,” ujarnya.
Total bantuan senilai Rp16.616.779.000 tersebut terbagi menjadi dua wilayah, yakni Kabupaten Kediri sebesar Rp15.061.879.000 dan Kota Kediri sebesar Rp1.554.900.000. Di Kabupaten Kediri, alokasi terbesar berasal dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur senilai Rp5,577 miliar yang menyasar 1.988 keluarga penerima Program Keluarga Harapan Plus (PKH Plus), bantuan sosial penyandang disabilitas (ASPD) untuk 168 jiwa, bantuan KIP PPKS Jawara, serta bantuan operasional bagi 170 pilar sosial. Selain itu, BUMD Provinsi Jawa Timur menyalurkan zakat produktif senilai Rp25 juta, sementara Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) mengalokasikan Rp628 juta untuk penguatan desa dan Bantuan Keuangan Desa sebesar Rp2,4 miliar.
Sementara itu, bantuan untuk masyarakat Kota Kediri yang mencapai Rp1.554.900.000 meliputi bansos dari Dinsos Jatim senilai Rp1,529 miliar yang mencakup PKH Plus, bantuan kemiskinan ekstrem, dan ASPD. Alokasi lainnya mencakup program KIP PPKS Jawara sebesar Rp72 juta, tali asih pilar sosial Rp102,4 juta, serta zakat produktif dari BUMD Jatim senilai Rp25 juta untuk 50 penerima manfaat.
Menurut Khofifah, bantuan ini berfungsi sebagai bantalan ekonomi yang bersifat komplementer terhadap program pemerintah pusat maupun daerah. Beliau menegaskan bahwa langkah ini menjadi bagian dari komplementaritas agar masing-masing pemerintah, baik pusat maupun daerah, memiliki program yang sejalan dalam menurunkan kemiskinan dan menguatkan ekonomi melalui pengembangan UKM. Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa menyatakan bahwa program ini adalah wujud nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Ia menambahkan bahwa bantuan ini sangat krusial bagi warga, terlebih dalam momen bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri. “Tentu ini akan meringankan beban masyarakat serta menghadirkan kebahagiaan bagi penerima manfaat,” pungkasnya. ( wa/Ta)












