Cakrawalanews.co -Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Probolinggo M. Haris meninjau langsung lokasi terdampak banjir di Kecamatan Kraksaan pada Senin untuk memastikan efektivitas penanganan bagi warga.
Khofifah menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur bergerak cepat bersama seluruh jajaran Pemkab Probolinggo untuk memastikan keselamatan warga serta percepatan penanganan pascabanjir. Banjir yang dipicu hujan intensitas tinggi ini merendam permukiman di enam kecamatan, yakni Kraksaan, Besuk, Krejengan, Gading, Kotaanyar, dan Pakuniran, dengan ribuan kepala keluarga terdampak berdasarkan data sementara pada 21–22 Februari 2026.
Sebagai langkah tanggap darurat, Gubernur telah menerjunkan tim gabungan dari BPBD, Dinas PU Bina Marga, dan Dinas PU SDA yang bersinergi dengan TNI-Polri serta Pemkab Probolinggo untuk melakukan asesmen kerusakan infrastruktur.
“Kami bersama-sama Bupati Probolinggo memetakan kerusakan, baik ringan, sedang, maupun berat, sebagai dasar penentuan skala prioritas intervensi,” tutur Khofifah. Ia menjelaskan bahwa tim yang diterjunkan memiliki keahlian lengkap, mulai dari penanganan jembatan dan sungai hingga rehabilitasi pascabencana agar solusi yang diberikan mencakup jangka pendek hingga panjang.
Untuk penanganan jangka pendek, prioritas utama adalah pemenuhan kebutuhan dasar, pembersihan material, serta perbaikan akses jalan dan jembatan. Khofifah menekankan pentingnya percepatan pembersihan hunian mengingat masyarakat akan segera melaksanakan ibadah puasa dan menyambut Lebaran.
Sementara itu, untuk jangka menengah dan panjang, fokus akan diarahkan pada normalisasi sungai dan penguatan konstruksi di titik rawan. “Normalisasi sungai memang membutuhkan anggaran yang tidak kecil dan hasilnya tidak selalu terlihat secara kasat mata seperti membangun sekolah atau pasar, namun itu investasi penting untuk mengurangi risiko banjir berulang,” ujarnya. Selain itu, konstruksi jembatan milik Pemprov juga akan disesuaikan dengan kontur tanah dan debit air demi meningkatkan ketahanan infrastruktur.
Di sisi lain, Bupati Probolinggo M. Haris menyatakan bahwa pihak pemerintah daerah terus hadir di tengah masyarakat melalui strategi penanggulangan bencana bertajuk “Gercep Sae” (Gerak Cepat, Terpadu, Berbasis Kecamatan dan Desa). Ia memastikan koordinasi intensif terus dilakukan melalui posko-posko bencana yang tersedia di setiap kecamatan.
“Setiap kecamatan telah memiliki Posko Bencana, dan Forkopimca terus melakukan koordinasi intensif tanpa henti. Kami akan fokus dalam meminimalisir kerusakan yang ditimbulkan dari bencana banjir,” kata M. Haris menutup penjelasannya.( wa/ar)













