Cakrawalanews.co- Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat kualitas pendidikan melalui program strategis Jatim Cerdas yang merupakan bagian dari Nawa Bhakti Satya ke-6.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, langkah ini diambil untuk memastikan pendidikan yang berdampak dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa besarnya jumlah institusi pendidikan di wilayah ini memerlukan strategi pemerataan yang serius. Saat ini, Jawa Timur menaungi 439 SMA negeri, 1.083 SMA swasta, serta ribuan SMK baik negeri maupun swasta. “Jawa Timur memiliki 439 SMA negeri dan 1.083 SMA swasta, serta 299 SMK negeri dan 1.868 SMK swasta. Jumlah ini menuntut strategi pemerataan yang serius. Alhamdulillah, banyak program berjalan sukses dalam mewujudkan pendidikan berdampak,” ujar Aries di Surabaya pada Minggu.
Pemerintah memprioritaskan sektor pendidikan sebagai fondasi utama dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045
Hal ini dibuktikan dengan realisasi anggaran Bantuan Siswa Miskin (BSM) sebesar Rp46,826 miliar untuk puluhan ribu siswa, serta alokasi besar untuk revitalisasi sekolah yang mencakup SMA, SMK, dan Sekolah Luar Biasa (SLB). Selain itu, dukungan operasional melalui Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP) telah tersalurkan hingga Rp1,274 triliun guna menyasar lebih dari 1,3 juta siswa.
Sisi pembentukan karakter juga menjadi perhatian serius dengan pengembangan SMA Negeri Taruna yang kini telah berjumlah enam lembaga, termasuk penambahan SMAN Taruna 2 Pamong Praja di Bojonegoro. “Ibu Gubernur Khofifah dan Pak Wagub Emil tidak hanya fokus pada prestasi akademik dan non akademik siswa. Dengan adanya enam sekolah ketarunaan ini, Bu Khofifah berkeinginan ke depan ada pemimpin bangsa yang dicetak dari Jawa Timur.
Nasionalisme kita bentuk sejak SMA dengan menghadirkan SMA Negeri Taruna. Di sana karakter mereka ditempa untuk disiapkan menjadi calon pemimpin bangsa,” tegas Aries.
Tidak hanya fokus pada teori, penguatan kewirausahaan juga digalakkan melalui program SMA Double Track yang melibatkan ribuan siswa dengan capaian pendapatan usaha yang signifikan hingga September 2025.
Prestasi ini sejalan dengan keberhasilan Jawa Timur mempertahankan gelar juara umum Lomba Kompetensi Siswa Nasional (LKSN) selama tiga tahun berturut-turut, serta konsistensi dalam mencetak jumlah siswa terbanyak yang lolos ke perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBP dan SNBT. Sebagai penutup, Aries menekankan bahwa seluruh pencapaian ini adalah manifestasi dari dedikasi pemerintah daerah. “Capaian ini menjadi bagian dari komitmen Pemprov Jatim dalam menghadirkan pendidikan yang merata, berkualitas, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” katanya.( wa/al)












