Cakrawala NewsCakrawala SurabayaHeadline

Eri Cahyadi Puji Kemandirian dan Semangat Gotong Royong di Kampung Pancasila Lemah Putro

×

Eri Cahyadi Puji Kemandirian dan Semangat Gotong Royong di Kampung Pancasila Lemah Putro

Sebarkan artikel ini
Kampung Pancasila Lemah Putro
Kampung Pancasila Lemah Putro

Cakrawalanews.co- Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan apresiasi tinggi terhadap penerapan konsep “Kampung Pancasila” di RW 9 Lemah Putro, Kelurahan Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, karena dinilai telah berhasil membangun sistem kemandirian yang nyata. Dalam kunjungannya pada Sabtu lalu, Eri menegaskan bahwa nilai-nilai luhur bangsa harus diwujudkan dalam aksi konkret di tengah masyarakat. “Pancasila itu tidak lagi hanya dalam lisan, tapi dalam langkah dan perbuatan. Saya bangga dengan RW 9 ini karena sudah mandiri,” ungkapnya.

Kemandirian tersebut terlihat dari adanya dana sosial mandiri di RW 9 yang digunakan untuk membantu warga sakit sebesar Rp 250.000 per orang serta pemberian bantuan sekolah. Eri menekankan bahwa transparansi data kemiskinan menjadi kunci agar bantuan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih antara program pemerintah dengan swadaya masyarakat. “Data keluarga miskin kita rekap, mana yang dikaver pemerintah kota dan mana yang dibantu melalui swadaya mandiri RW, sehingga bantuan tidak menumpuk dan bisa digunakan bersamaan setiap bulan,” jelas Eri. Ia juga menambahkan bahwa penetapan status warga miskin harus objektif merujuk pada 39 indikator fisik dan pendapatan, mengingat keterbatasan anggaran daerah. “Pemerintah kota transparan. Anggaran kita terbatas, jadi ada skala prioritas. Misalnya untuk bantuan pendidikan, kita fokuskan dua anak per keluarga agar keluarga lain juga bisa mendapatkan bagian secara merata,” tambahnya.

Terkait distribusi bantuan, Wali Kota Eri memberikan peringatan tegas bagi warga usia produktif yang enggan berusaha meskipun mendapatkan tawaran pekerjaan. Ia menyatakan bahwa pemerintah tidak akan segan mengambil tindakan administratif bagi warga yang tidak kooperatif. “Kalau merasa tidak mampu tapi ditawari pekerjaan tidak mau, ya kita akan coret dari daftar bantuan. Kecuali lansia di atas 60 tahun yang tinggal sendiri, itu wajib dikaver penuh oleh pemerintah,” tegasnya.

Selain aspek sosial, inovasi pengelolaan lingkungan melalui pemilahan sampah di RW 9 juga mendapat pujian sebagai implementasi dari konsep Smart Environment. Sistem ini tidak hanya menjaga kebersihan, tetapi juga memberikan nilai ekonomis bagi warga melalui pembagian hasil penjualan sampah sebesar 20 persen. Langkah ini dinilai sejalan dengan visi menciptakan lingkungan yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI). “Ini sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan lingkungan yang ASRI. Kalau ada warga yang tidak mau kerja bakti tapi mengeluh banjir, jangan didengarkan. Kita harus bergerak bersama,” tutur Eri.

Menanggapi kunjungan tersebut, Ketua RW 9 Lemah Putro, Agung Diponegoro, mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian langsung dari pucuk pimpinan Kota Surabaya. Menurutnya, momen ini menjadi wadah komunikasi yang sangat efektif bagi masyarakat di tingkat akar rumput. “Melalui kunjungan ini, kami bisa berdialog dan menyampaikan aspirasi serta keluh kesah warga secara langsung kepada Bapak Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi,” pungkasnya.( wa/ar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *