Cakrawalanews.co ‘ Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menetapkan target ambisius untuk menekan angka kemiskinan hingga menyentuh level 10 persen dari total penduduk yang berjumlah sekitar 700.000 jiwa pada tahun 2026. Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menjelaskan bahwa pada awal masa jabatannya di tahun 2025, angka kemiskinan tercatat sebesar 11,51 persen, namun dalam waktu enam bulan berhasil ditekan menjadi 11,17 persen. Penurunan sebesar 0,34 persen ini mencerminkan berkurangnya jumlah penduduk miskin sebanyak 2.150 jiwa, yakni dari 80.170 jiwa menjadi 78.020 jiwa.
“Ujung dari perjalanan kepemimpinan kami (Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo dan Wakil Bupati Ulfiyah) nantinya ya mengurangi kemiskinan,” kata Bupati Rio saat memberikan keterangan dalam konferensi pers setahun kepemimpinannya di Pendopo Kabupaten Situbondo, Jumat. Ia menegaskan bahwa capaian positif tersebut merupakan hasil dari kolaborasi yang solid antara kepala daerah dengan jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) selama masa transisi pemerintahan. Menurutnya, fokus utama sejak awal masa jabatan adalah konsistensi dalam menurunkan angka kemiskinan di wilayah tersebut. “Kami selalu menyampaikan dari awal bahwa target awal pemerintahan Rio-Ulfi adalah mengurangi kemiskinan, itu goal kami,” ucap dia.
Guna mencapai target yang telah ditetapkan tahun ini, Pemerintah Kabupaten Situbondo terus menggulirkan berbagai program pemberdayaan ekonomi, terutama melalui penguatan sektor UMKM dengan mempermudah akses permodalan serta perizinan. Selain sektor usaha mikro, Bupati Rio juga melihat potensi besar pada pengembangan pariwisata yang berbasis peninggalan sejarah kolonial Belanda sebagai motor penggerak ekonomi baru. Ia mencontohkan keberhasilan restorasi Pendopo Pate Alos Besuki yang kini mulai menarik minat wisatawan dari luar daerah dan diharapkan mampu memicu pertumbuhan sektor perhotelan serta kuliner di sekitarnya. “Di Pendopo Pate Alos Besuki setelah dilakukan restorasi banyak pengunjung yang datang dari luar daerah, apalagi nanti kalau sudah menjadi satu kawasan heritage, hotel akan tumbuh, pusat kuliner juga akan tumbuh di sana,” ujar Rio.( wa/ar)












