Surabaya, CakrawalaNews.co – Ketua DPRD Surabaya, Dominikus Adi Sutarwijono, meninggal dunia pada Selasa, 10 Februari 2026, pukul 20.36 WIB di RS MRCCC Jakarta. Kabar duka ini menyelimuti jajaran DPRD Surabaya dan masyarakat Kota Pahlawan.
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, menyampaikan rasa kehilangan mendalam atas berpulangnya almarhum yang selama ini dikenal sebagai figur pemimpin bersahaja serta dekat dengan rakyat.
“Mas Adi Sutarwijono adalah sosok politisi yang bersahaja, jenius dalam berpikir, dan teguh dalam bersikap,” kata Arif Fathoni kepada Pikiran Rakyat.
Menurut Fathoni, selama memimpin DPRD Surabaya, almarhum mampu menjaga suasana lembaga tetap kondusif di tengah beragam pandangan politik. Ketenangan dan kedewasaan sikap almarhum dinilai memberi ruang bagi seluruh anggota untuk bekerja maksimal dalam melayani warga.
“Dalam memimpin DPRD Surabaya, ketenangannya mampu menciptakan harmoni atas segala keberagaman politik anggotanya, sehingga DPRD Surabaya mampu melayani warga Surabaya dengan baik,” ujarnya.
Fathoni menilai kepergian Dominikus Adi Sutarwijono menjadi kehilangan besar bagi Kota Surabaya. Ia menyebut almarhum sebagai pelayan rakyat yang tidak membuat jarak dengan masyarakat, serta memiliki pandangan jauh ke depan dalam melihat arah pembangunan kota.
“Surabaya kehilangan seorang pelayan rakyat yang tidak membuat jarak dengan rakyat, seorang pelayan rakyat yang melihat Surabaya dengan visi ke depan,” kata dia.
Fathoni juga mengenang hubungan personalnya dengan almarhum yang telah terjalin cukup lama. Keduanya kerap berdiskusi untuk mencari solusi atas berbagai persoalan kerakyatan di Kota Pahlawan.
“Saya bersahabat dengan Mas Adi cukup panjang, dia partner diskusi yang baik dalam mengurai segala problematika kerakyatan di Surabaya,” tuturnya.
Di akhir pernyataannya, Fathoni menyampaikan salam perpisahan untuk sahabat sekaligus koleganya tersebut. Ia berharap nilai dan keteladanan almarhum tetap hidup dalam perjalanan DPRD Surabaya ke depan.
“Sugeng tindak Mas, persahabatan kita abadi,” pungkas Arif Fathoni.












