Cakrawalanews.co- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang meminta masyarakat yang bermukim maupun beraktivitas di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Gunung Semeru untuk meningkatkan kewaspadaan.
Hal ini menyusul intensitas hujan yang masih sering mengguyur wilayah Jawa Timur tersebut hingga Sabtu, 31 Januari 2026, yang berisiko memicu terjadinya aliran lahar dingin.
Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi terpantau terjadi di beberapa titik sejak siang hingga sore hari.
Berdasarkan data pemantauan, curah hujan tercatat mencapai 12 milimeter pada pukul 14.41 WIB dan meningkat menjadi 28 milimeter pada satu jam berikutnya.
Meskipun hingga pukul 18.00 WIB tidak terekam adanya getaran banjir yang menonjol, durasi hujan yang lama tetap menjadi ancaman serius bagi keselamatan warga.
Pihak BPBD menekankan pentingnya bagi para penambang pasir dan masyarakat di sekitar sungai untuk memantau kondisi cuaca di puncak gunung.
Jika puncak Semeru tertutup mendung tebal berwarna hitam, hal itu merupakan indikator kuat terjadinya hujan deras di wilayah hulu, sehingga aktivitas di aliran sungai harus segera dihentikan demi menghindari material vulkanik yang datang tiba-tiba.
Senada dengan hal tersebut, Nur Kholik dari Masyarakat Peduli Erupsi Semeru turut mengingatkan warga untuk tetap siaga, terutama saat gunung tertutup kabut.
Selain ancaman lahar dingin yang meluncur dengan kecepatan tinggi, potensi lontaran lava pijar juga perlu diantisipasi.
Saat ini, masyarakat diminta terus mematuhi rekomendasi keselamatan dari petugas Pos Pengamatan Gunung Api Semeru di Gunung Sawur guna meminimalkan risiko bencana di tengah puncak musim hujan.( wa/al)














