Diakhir sambutannya, Bupati Blitar menyampaikan, kegiatan Umat Hindu ini, tentunya tidak lepas dari peran serta masyarakat dari berbagai daerah, agama dan keyakinan. Ini wujud kerukunan umat beragama. Dan ini harus dipertahankan.
Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Blitar, Lestari mengatakan, pawai ogoh-ogoh ini merupakan bagian dari upacara Tawur Kesanga. Pawai itu merupakan kelanjutan dari upacara Melasti beberapa hari lalu di Pantai Jolosutro. Tujuannya umat Hindu dapat mengenal atau memahami ajaran Tri Hita Karana hubungan manusia dengan Tuhan manusia dengan manusia manusia dengan lingkungan. Menurutnya, Upacara Tawur Kesanga merupakan upacara menghubungkan antara manusia dengan alam. Buta Kala diwujudkan sebagai ogoh-ogoh adalah bagian dari pada unsur alam yang negatif. Sehingga dalam upacara ini diharapkan sifat-sifat yang negatif ini tidak mengganggu. Setelah diarak hingga ke desa berarti energi negatif sudah terkumpul, kemudian dibakar. Artinya, energi negatif hilang dan saat Nyepi bisa melaksanakan tapa brata dengan khidmad.(Humas).
Ayo Download Amazing Blitar
“Amazing Blitar adalah aplikasi informasi tempat-tempat penting (Point of Interest) untuk Kabupaten Blitar. Aplikasi ini bisa membantu wisatawan lokal atau dari luar Kabupaten untuk mencari tempat untuk berwisata online atau offline ”











