Cakrawala EkonomiCakrawala InvestasiCakrawala NewsHeadlineNasioanal

Investasi Rp126 Triliun, Menteri ESDM Kawal Kerja Sama Ekosistem Baterai Terintegrasi ANTAM-IBI-HYD

×

Investasi Rp126 Triliun, Menteri ESDM Kawal Kerja Sama Ekosistem Baterai Terintegrasi ANTAM-IBI-HYD

Sebarkan artikel ini
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia

Cakrawalanews.co, – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyaksikan langsung penandatanganan Framework Agreement Konsorsium ANTAM-IBI-HYD di Jakarta pada Jumat, 30 Januari 2026.

Agenda strategis ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam mempercepat pengembangan industri baterai kendaraan listrik secara nasional, mulai dari sektor hulu hingga hilir secara terintegrasi.

Proyek ambisius yang melibatkan kolaborasi antara PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) dan konsorsium Industri Baterai Indonesia (IBI) ini diproyeksikan menelan nilai investasi sebesar 7 hingga 8 miliar dolar Amerika Serikat.

Bahlil menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan kelanjutan dari pembangunan kapasitas 10 gigawatt pertama yang telah beroperasi sejak tahun 2023 lalu.

Langkah ini juga menandai babak baru setelah pemerintah memutuskan untuk melakukan penyesuaian mitra strategis dari sebelumnya LG Korea ke konsorsium saat ini.

Dalam skema kerja sama terbaru, pengembangan industri mencakup seluruh rantai pasok, mulai dari pembangunan smelter, produksi prekursor dan katoda, hingga pembuatan sel baterai terintegrasi.

Untuk tahap awal, kapasitas produksi baterai sel ditargetkan mencapai 20 gigawatt guna memenuhi kebutuhan kendaraan listrik nasional, sementara sektor prekursor dan katoda akan terus dikembangkan secara maksimal.

Terkait distribusi wilayah industri, pemerintah telah memetakan lokasi strategis untuk masing-masing fasilitas.

Pembangunan pabrik baterai mobil akan dipusatkan di Jawa Barat, sedangkan fasilitas smelter, prekursor, serta kawasan industri pendukung lainnya akan dibangun di Halmahera Timur, Maluku Utara.

Menteri Bahlil turut menegaskan bahwa kedaulatan sumber daya alam tetap menjadi prioritas utama. Pasokan nikel untuk proyek ini akan bersumber sepenuhnya dari Izin Usaha Pertambangan (IUP) milik ANTAM.

Dalam skema kolaborasi hulu ini, negara melalui ANTAM dipastikan memegang kepemilikan saham mayoritas guna menjamin kepentingan nasional dalam hilirisasi sumber daya mineral tersebut.( wa/ar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *