Scrol ke Bawah
Example 120x600
Example 120x600
Cakrawala KesehatanCakrawala NasionalCakrawala NewsHeadline

Kemenkes Perketat Skrining dan Awasi Konsumsi Buah Guna Cegah Virus Nipah

×

Kemenkes Perketat Skrining dan Awasi Konsumsi Buah Guna Cegah Virus Nipah

Sebarkan artikel ini
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin

Cakrawalanews.co-Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan virus Nipah melalui buah-buahan yang terkontaminasi air liur kelelawar liar.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa virus ini dapat berpindah ke manusia apabila seseorang mengonsumsi buah yang sebelumnya telah digigit atau terbuka akibat kontak dengan hewan pembawa tersebut.

Konten Sponsor

Dalam keterangannya di Solo, Jawa Tengah, Menkes menyarankan agar warga, terutama yang bepergian ke daerah berisiko, lebih selektif dalam memilih makanan dengan mengutamakan buah berkulit tertutup yang dikupas sendiri atau mengonsumsi makanan yang telah dimasak matang.

Menarik Dibaca:  Prabowo Setujui Perpres Bisnis dan HAM Guna Perkuat Perlindungan Hak Warga

Meskipun hingga saat ini virus Nipah belum ditemukan di Indonesia, pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi dini melalui penguatan sistem pemeriksaan kesehatan.

Salah satu fokus utama adalah melakukan skrining menggunakan metode PCR terhadap warga yang mengalami gejala batuk berkepanjangan guna memastikan apakah infeksi tersebut disebabkan oleh influenza, Covid-19, atau virus Nipah. Reagen khusus untuk kebutuhan deteksi ini pun dilaporkan telah tersedia di laboratorium kesehatan.

Sejalan dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pemerintah saat ini belum mengambil kebijakan untuk menutup perbatasan antarnegara mengingat jumlah kasus global yang masih terbatas.

Menarik Dibaca:  DPR Ingatkan Jemaah Tidak Tergiur Visa Non-Resmi demi Keselamatan di Tanah Suci

Namun, Menkes Budi memberikan peringatan keras bahwa tingkat kematian (fatality rate) akibat virus Nipah tergolong sangat tinggi, sehingga pencegahan dini menjadi prioritas utama. Di sisi lain, Badan Karantina Indonesia (Barantin) turut memperketat pengawasan lalu lintas komoditas hewan dan tumbuhan di berbagai pintu masuk wilayah Indonesia.

Kepala Barantin Sahat Manaor Panggabean menegaskan bahwa sinergi lintas sektor dan penerapan sistem karantina modern terus dilakukan untuk membentengi wilayah nasional dari ancaman penyakit hewan menular yang berbahaya.( wa/ar)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 300x600