“Jika Anda dihubungi oleh nomor telepon berkode dari Afrika namun tak merasa ada kerabat yang sedang berada di sana, jangan pernah meneleponnya kembali. Jika terlanjur melakukannya, Anda bisa terancam terkena biaya telepon yang sangat mahal,” tulis pihak 3 dalam keterangan resminya yang dirilis pada tahun 2013 silam.
Diperkirakan biaya mengangkat telepon dari nomor tersebut bisa mencapai US$20 (sekitar Rp275 ribu) untuk beberapa detik.
Selain diminta tak menelepon balik, “korban” missed call +242 juga diminta tak mengangkat telepon dan mengirim pesan ke nomor berkode tersebut. Alasannya sama, sang pelaku diduga bakal mencuri pulsa dari sambungan telepon yang terangkat.
Situs Inc pada tahun lalu juga menulis, selain mencuri pulsa dalam modusnya pelaku akan merekam suara korban kemudian disalahgunakan untuk kepentingan penipuan bergaya lain. Contohnya penipuan soal kerabat yang mendadak di rumah sakit dan butuh transfer dana.
Hingga saat ini, belum ada imbauan dari provider lokal mengenai fenomena +242.
Selain kode telepon +242 tersebut, Inc juga menulis ada sejumlah kode telepon yang patut dicurigai sebagai penipuan. Berikut ini beberapa kode telepon yang sering disalahgunakan oleh pelaku penipuan:
473 – Grenada
441 – Bermuda
784 – St. Vincent dan Grenadines











