Cakrawala NasionalCakrawala NewsHeadlineNasioanal

Menag Tegaskan Kewajiban Sertifikasi Halal Farmasi Tuntas Oktober 2026

×

Menag Tegaskan Kewajiban Sertifikasi Halal Farmasi Tuntas Oktober 2026

Sebarkan artikel ini
MMenteri Agama Nasaruddin Umar _
MMenteri Agama Nasaruddin Umar _

Cakrawalanews.co-Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan komitmen penuh Pemerintah Indonesia dalam melindungi hak konsumen melalui pemberlakuan wajib sertifikasi halal bagi produk farmasi yang akan berlaku efektif pada 17 Oktober 2026.

Dalam pembukaan Seminar Internasional di Kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jakarta pada Rabu, 28 Januari 2026, Menag menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan amanat dari Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2024. Batas waktu tersebut tidak hanya menyasar obat-obatan, tetapi juga mencakup kategori makanan, minuman, kosmetik, produk kimia, biologi, rekayasa genetik, hingga barang gunaan dan kemasan.

Dalam proses ini, BPOM memegang peran krusial melalui tiga kontribusi utama yang meliputi standardisasi pengujian bahan, pendampingan industri agar memenuhi aspek keamanan, serta digitalisasi sistem perizinan. Menag menekankan pentingnya sinergi antara BPOM, BPJPH, Kementerian Agama, dan Lembaga Pemeriksa Halal untuk memastikan masyarakat terlindungi dari produk yang tidak aman.

Menurutnya, konsep halal harus berjalan beriringan dengan prinsip thayyiban, di mana produk yang beredar tidak hanya memiliki status hukum halal, tetapi juga terjamin mutu, kebersihan, dan keamanannya bagi kesehatan.

Sebagai bentuk nyata dukungan negara, pemerintah terus memfasilitasi program sertifikasi halal gratis (Sehati) bagi pelaku UMKM. Hingga akhir tahun 2025, program yang dibiayai APBN ini telah melampaui target dengan menerbitkan lebih dari 1,14 juta sertifikat gratis, sehingga total produk bersertifikat halal di Indonesia kini mencapai sekitar 10,9 juta jenis.

Menag optimis bahwa kemajuan industri halal ini akan menjadi nilai tambah dan daya saing global bagi produk nasional, termasuk pada produk farmasi canggih seperti vaksin, yang pada akhirnya berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan.

Seminar internasional yang dihadiri oleh Kepala BPOM Taruna Ikrar serta pakar dari Harvard Medical School dan Tsinghua University ini diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT ke-25 BPOM. Melalui tema “Komitmen 25 Tahun Mengawal Keamanan dan Kualitas Obat dan Makanan Menuju Indonesia Emas 2045”, kegiatan ini diharapkan memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin dalam regulasi farmasi yang berorientasi pada kepercayaan publik dan inklusivitas lintas agama. ( wa/kmng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *