Cakrawalanews.co – Pemerintah Kabupaten Sampang merespons tantangan efisiensi anggaran nasional dengan memberikan instruksi tegas kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) Kedungdung yang digelar Senin, 26 Januari 2026, Bupati Sampang Slamet Junaidi meminta para pimpinan OPD untuk meningkatkan kreativitas dan keaktifan dalam menjalankan roda pemerintahan.
Slamet Junaidi menegaskan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah. Kondisi ini berdampak pada sejumlah usulan pembangunan yang belum terealisasi, sehingga menuntut sikap bijak dari para pemangku kebijakan.
Ia menekankan agar daerah tidak hanya bergantung pada dana pusat, tetapi harus inovatif dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta mampu mengidentifikasi alternatif pendanaan lainnya.
Meskipun ketersediaan dana terbatas, Bupati memastikan bahwa berbagai usulan masyarakat tetap akan menjadi pertimbangan dalam perencanaan ke depan. Pemerintah Kabupaten Sampang berkomitmen untuk tetap memprioritaskan empat pilar pembangunan utama, yakni percepatan penurunan angka kemiskinan, peningkatan tren positif Indeks Pembangunan Manusia (IPM), penyediaan infrastruktur dasar yang berwawasan lingkungan, serta penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital.
Data terbaru menunjukkan bahwa angka IPM di Kabupaten Sampang terus merangkak naik, dari 64,86 pada tahun 2021 menjadi 67,23 pada tahun 2025. Sementara itu, angka kemiskinan pada tahun 2025 tercatat berada di level 20,61 persen.
Meski telah menunjukkan tren penurunan, pencapaian tersebut dinilai belum signifikan dan masih berada di bawah target yang ditetapkan, sehingga memerlukan kerja keras lintas sektoral untuk hasil yang lebih maksimal.( wa/ar)












