Cakrawalanews.co- Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengungkapkan temuan mengejutkan terkait penyaluran Beasiswa Pemuda Tangguh yang ternyata didominasi oleh kalangan mampu.
Berdasarkan data terbaru, sebanyak 70 persen penerima beasiswa tersebut diketahui bukan berasal dari keluarga miskin, melainkan mahasiswa yang masuk perguruan tinggi melalui jalur mandiri.
Hal ini menjadi sorotan tajam karena secara aturan dalam Peraturan Wali Kota (Perwali), beasiswa ini seharusnya diprioritaskan bagi mahasiswa berprestasi dari jalur non-mandiri yang membutuhkan bantuan finansial.
Eri menjelaskan bahwa mahasiswa dari jalur mandiri umumnya dibebankan biaya uang gedung dan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang jauh lebih tinggi dibandingkan jalur reguler.
Kondisi ini dinilai tidak sejalan dengan semangat awal program yang ditujukan untuk pemerataan akses pendidikan bagi warga kurang mampu. Merespons temuan tersebut,
Pemerintah Kota Surabaya kini mengambil langkah tegas dengan melakukan pemangkasan nilai beasiswa. Jika sebelumnya beasiswa diberikan secara penuh, kini bantuan tersebut dipatok menjadi Rp2,5 juta per semester agar lebih tepat guna dan rasional secara anggaran.
Langkah verifikasi ulang saat ini tengah dilakukan oleh dinas terkait untuk memastikan data penerima benar-benar valid.
Selain itu, temuan yang berawal dari laporan masyarakat ini telah ditindaklanjuti oleh pihak Inspektorat guna menelusuri kemungkinan adanya kecurangan dalam proses seleksi
Wali Kota bahkan telah meminta bantuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan pemeriksaan lebih mendalam. Meski terdapat penyesuaian nilai bantuan
Eri menegaskan bahwa komitmen pemerintah untuk menjamin kuliah gratis bagi mahasiswa yang benar-benar tidak mampu tetap menjadi prioritas utama.( ar/sur)














