Cakrawala EkonomiCakrawala NasionalCakrawala NewsHeadlineNasioanal

Ketersediaan 71 Ribu Ton Beras di Aceh Perkuat Ketahanan Pangan Nasional dan Stabilitas Pascabencana

×

Ketersediaan 71 Ribu Ton Beras di Aceh Perkuat Ketahanan Pangan Nasional dan Stabilitas Pascabencana

Sebarkan artikel ini
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman

Cakrawalanews.co-Pemerintah memastikan ketahanan pangan nasional berada dalam kondisi aman dan berkelanjutan melalui capaian swasembada yang diperkuat oleh ketersediaan stok beras solid.

Provinsi Aceh menjadi salah satu fokus utama dengan cadangan pangan yang saat ini dipastikan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut hingga enam bulan ke depan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa stok beras nasional saat ini berada pada level aman dengan total mencapai 3,2 juta ton.

Ketersediaan ini menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, khususnya untuk menjamin pemenuhan kebutuhan warga di wilayah yang sedang terdampak bencana alam.

Dalam kegiatan rehabilitasi lahan sawah di Lhokseumawe, Mentan menegaskan bahwa di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah mempercepat pemulihan sektor pertanian agar produksi tetap berjalan.

Saat ini, cadangan beras di gudang Bulog Aceh telah mencapai sekitar 70 ribu ton seiring dengan aktifnya kembali proses penyerapan gabah dari petani lokal.

Upaya menjaga ketahanan pangan dilakukan secara menyeluruh melalui pendampingan petani, rehabilitasi lahan pascabencana, hingga penyaluran sarana produksi secara tepat sasaran.

Langkah ini bertujuan agar daerah terdampak di Aceh segera kembali berproduksi secara maksimal guna mendukung capaian strategis swasembada pangan yang telah diraih Indonesia dalam satu tahun terakhir.

Data distribusi logistik menunjukkan bahwa total stok beras yang dikelola Perum Bulog di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat kini mencapai 106,7 ribu ton.

Aceh memegang cadangan terbesar yakni sebanyak 71,3 ribu ton, diikuti oleh Sumatra Utara sebesar 25,7 ribu ton dan Sumatra Barat sebanyak 9,7 ribu ton.

Pada level nasional, total stok beras Bulog tercatat sekitar 3,35 juta ton yang terdiri atas Cadangan Beras Pemerintah sebesar 3,23 juta ton serta stok komersial sekitar 128 ribu ton. Besarnya cadangan ini dinilai sangat krusial dalam menjaga stabilitas harga pangan di tingkat pasar dan memastikan keterjangkauan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan kesiapan institusinya dalam menjalankan mandat pemerintah untuk mendukung swasembada pangan berkelanjutan mulai tahun 2026.

Bulog akan memaksimalkan peran dalam menyerap hasil panen petani serta mengelola distribusi cadangan pangan ke seluruh wilayah Indonesia sesuai instruksi presiden.

Pemerintah optimis bahwa penguatan produksi dan optimalisasi penyerapan hasil petani akan menjaga keberlangsungan swasembada pangan di masa depan. Ketahanan pangan kini diposisikan sebagai pilar utama dalam pemulihan pascabencana sekaligus instrumen penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.(wa/infp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *