Cakrawalanews.co- Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memacu pembangunan empat Sekolah Garuda baru agar dapat mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027.
Saat ini, tiga lokasi yakni Belitung Timur (Bangka Belitung), Timor Tengah Selatan (Nusa Tenggara Timur), dan Konawe Selatan (Sulawesi Tenggara) telah memasuki tahap konstruksi dan penandatanganan kontrak. Sementara itu, satu sekolah lainnya yang berlokasi di Bulungan, Kalimantan Utara, masih berada dalam proses lelang proyek.
Sekretaris Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi, M. Samsuri, menjelaskan bahwa pemerintah mengupayakan keempat sekolah tersebut siap menampung peserta didik baru pada tahun depan. Saat ini, pihak kementerian tengah merumuskan metode dan syarat pendaftaran bagi masyarakat. Sekolah ini nantinya terbuka bagi seluruh siswa berprestasi yang ingin mendapatkan pendidikan berkualitas tinggi dengan standar internasional.
Sekolah Garuda merupakan institusi pendidikan setara SMA dengan sistem asrama yang menerapkan penguatan kurikulum pra-universitas berbasis STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika). Program ini dirancang khusus untuk mempersiapkan lulusannya agar mampu menembus perguruan tinggi terbaik di dunia. Keunggulan sekolah ini terletak pada pendekatan pembelajaran yang komprehensif guna menciptakan sumber daya manusia yang kompetitif di level global.
Mengenai aksesibilitas, Wakil Menteri Diktisaintek Stella Christie menegaskan bahwa sekolah ini bersifat inklusif bagi semua kalangan. P
emerintah menerapkan dua skema pembiayaan, yakni beasiswa penuh bagi 80 persen siswa dan skema berbayar bagi 20 persen siswa dari keluarga mampu.
Kebijakan ini diambil agar negara dapat memprioritaskan bantuan finansial bagi siswa berprestasi dari keluarga prasejahtera, sementara mereka yang mampu secara ekonomi tetap dapat berkontribusi secara mandiri.( wa/al)












