Seluruh fasilitas kesehatan diminta untuk segera melaporkan apabila menemukan pasien dengan gejala yang mengarah pada penyakit menular, termasuk super flu, untuk dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
“Jika dalam pemeriksaan ditemukan indikasi tertentu, harus segera dilaporkan agar bisa ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lanjutan,” kata dia.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Nanik Sukristina, memastikan bahwa hingga kini belum ditemukan pasien yang terpapar virus super flu di Surabaya.
Meski demikian, Dinkes terus melakukan berbagai langkah antisipatif secara aktif dan berkelanjutan untuk mencegah potensi penyebaran penyakit pernapasan.
“Langkah tersebut meliputi penguatan surveilans kesehatan dan pemantauan kasus ISPA dan influenza di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes), peningkatan kesiapsiagaan puskesmas dan rumah sakit dalam pelayanan kasus penyakit pernapasan, serta penerapan standar Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI),” ujar Nanik.
Selain itu, Dinkes Surabaya juga memperkuat edukasi dan promosi kesehatan kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti balita, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit kronis.
Koordinasi lintas sektor terus dilakukan bersama rumah sakit rujukan, kecamatan, kelurahan, kader kesehatan, hingga Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.












