Cakrawalanews.co-Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui KBRI Caracas memastikan bahwa seluruh aset milik Indonesia di Venezuela, khususnya yang dikelola oleh PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP), berada dalam kondisi aman.
Kepastian ini disampaikan menyusul ketegangan geopolitik setelah serangan militer Amerika Serikat yang berujung pada penangkapan Nicolas Maduro akhir pekan lalu.
Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menjelaskan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan situasi di Venezuela secara intensif.
Koordinasi dilakukan secara berkelanjutan untuk menjamin keamanan operasional serta seluruh personel di lapangan
PIEP sendiri memiliki keterkaitan aset di Venezuela melalui kepemilikan saham mayoritas sebesar 71,09 persen pada perusahaan migas Prancis, Maurel & Prom (M&P).
Berdasarkan hasil pemantauan terakhir, fasilitas ladang migas yang dikelola tidak mengalami kerusakan maupun dampak langsung dari serangan yang terjadi pada Sabtu, 3 Januari 2026 tersebut.
Langkah kehati-hatian tetap menjadi prioritas mengingat posisi strategis aset migas Indonesia di luar negeri dalam mendukung ketahanan energi nasional.
Saat ini, Pertamina tercatat mengelola aset migas yang tersebar di 11 negara, termasuk di wilayah konflik tersebut.
Manajemen PIEP pun menegaskan bahwa seluruh staf dalam kondisi selamat dan pihaknya terus menjalin komunikasi satu pintu dengan KBRI Caracas untuk memitigasi risiko lebih lanjut.
Di sisi diplomasi, Pemerintah Indonesia telah menyatakan keprihatinan mendalam atas penggunaan kekuatan militer oleh AS yang dinilai dapat menciptakan preseden buruk dalam hubungan internasional.
Indonesia menyerukan kepada seluruh pihak untuk tetap mematuhi hukum internasional dan Piagam PBB guna melindungi warga sipil.
Sementara itu, situasi politik di Venezuela saat ini tengah memasuki masa transisi setelah Mahkamah Agung setempat menunjuk Wakil Presiden Delcy Rodriguez sebagai presiden sementara. ( wa/ar)










