Langkah pemulihan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan lintas kementerian, pemerintah daerah, BNPB, dan jejaring klaster penanggulangan bencana nasional.
Dana dan Bantuan Logistik
Untuk mempercepat pemulihan, pemerintah telah menyiapkan Rp21,1 miliar dana tanggap darurat. Dana ini dialokasikan untuk pembelajaran darurat, pengadaan tenda kelas, perlengkapan belajar, layanan psikososial, dan logistik pendidikan.
Rincian penyaluran bantuan awal:
Sumatra Barat: Rp5,7 miliar dana operasional dan Rp293 juta santunan bagi korban GTK dan peserta didik.
Aceh (Pidie, Pidie Jaya, Bireuen): Rp560 juta.
Sumatra Utara (Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan): Rp220 juta.
Selain itu, bantuan logistik seperti tenda kelas darurat, paket perlengkapan belajar, dan kebutuhan dasar keluarga terus didistribusikan.












