Langkah Kepala Bappeko Surabaya Dinilai Mampu Ciptakan Optimisme Publik

April 8, 2019
0

Surabaya, cakrawalanews.co – Langkah Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota Surabaya Eri Cahyadi yang memilih turun sendiri untuk melakukan survei sendiri terkait laporan warga masyarakat bahwa gorong-gorong atau saluran air di sepanjang Taman Mini di Jalan Pandugo, Kelurahan Medokan Ayu, Kecamatan Rungkut kondisinya rusak, dan dikhawatirkan membahayakan pengguna jalan saat hujan, menuai pujian dari politisi di Surabaya.

Politi dari Paratai PDI Perjuangan, Adi Sutarwijono mengapresiasi langkah Kepala Bappeko Surabaya itu. Politisi yang kini juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi A DPRD Surabaya ini menyebut bahwa langkah Kepala Bappeko Surabaya yang langsung terjung ke lapangan setelah mendapatkan informasi keluhan warga terkait gorong-gorong rusak di depan Taman Mini Pandugo, sebagai sebuah langkah yang mampu memunculkan optimisme publik terhadap pemerintah.

“Ini yang menimbulkan optimisme publik,” ujar Politikus yang juga Ketua Bapilu PDI Perjuangan Kota Surabaya ini.

Menurut Adi, selama ini banyak anggapan bahwa resposn dari Pemkot Surabaya dalam menindaklanjuti keluhan warga itu cukup lamban.

Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota Surabaya Eri Cahyadi melakukan survei sendiri terkait gorong-gorong atau saluran air di sepanjang Taman Mini di Jalan Pandugo, Kelurahan Medokan Ayu, Kecamatan Rungkut yang kondisinya rusak, sehingga dikhawatirkan membahayakan pengguna jalan saat banjir karena hujan.

“Senin ini saya survei sendiri. Itu langsung ditindaklanjuti sama Dinas PU (Pekerjaan Umum),” kata Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (bappeko) Surabaya Eri Cahyadi seperti yang dikutip dari Antara di Surabaya, Senin.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Pematusan Kota Surabaya Erna Purnawati sebelumnya mengatakan persoalan saluran air di Taman Mini Jalan pandugo belum masuk dari Tim Anggaran Pemkot Surabaya.

“Kalau pendek ya bisa dikerjakan swakelola. Tapi ini panjang dan tidak bisa menggunakan batu kali. Apalagi ini mepet jalan juga,” katanya.(hdi/cn02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *