4000 Pedagang Pemilik Stan di Pasar Turi Baru Minta Perhatian Pemkot

Juni 12, 2016
0

Surabaya, cakrawalanews.co – Pedagang yang saat ini memiliki stan di gedung Pasar Turi Baru berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memeprhatikan mereka.

Pasalnya, dalam gedung baru tersebut ada sekitar 4000 lebih pedagang yang sudah menyelesaikan pembayaran stan.

“Justru kita yang sudah menyelesaikan administrasi pembayaran stan dan ingin berjualan yang harus diperhatikan.  Mereka yang melapor bukan mewakili pedagang hanya 23 saja, padahal lainya yang ingin berjualan sebanyak 4000 lebih,” jelas Ko Ping.

Lebih tegas, Ko Ping meminta kepada Pemkot Surabaya harus adil menyikapi permasalahan Pasar Turi. Karena Pemkot Surabaya dan Pengembang punya hak yang sama untuk kembali meramaikan pasar turi

“Pemkot seharusnya memilah mana kepentingan pedagang yang sesungguhnya mana yang suka ribut. Ini kan sudah dibangun, dan yang sudah punya stan harus didukung untuk bisa berjualan dan ramai,” ungkapnya.

hal yang sama, Mas’ud pedagang yang sudah lama berjualan makanan di Pasar Turi juga mengatakan hal yang sama. Pihaknya berharap Pemkot Surabaya memperhatikan pedagang yang sudah melunasi pembayaran dan ingin berjualan.

Sehingga, menurutnya keberadaan Tempat Penampungan Sementara (TPS) harus dibongkar dan pedagang masuk semua ke Pasar Turi Baru.

“Keberadaan TPS itu untuk sementara waktu sebelum dibangun. Kalau sekarang sudah dibangun seharusnya dihapus karena menggangu. Kita yang sudah punya stan dan membayar lunas ingin pasar turi segera ramai,” kata pedagang yang saat ini berjualan Soto di Pasar Turi Baru ini.

Sementara itu, terkait kasus pedagang Pasar Turi melaporkan pengelola Pasar Turi atas pelanggaran Pasal 374 KUHP tentang penggelapan dan 378 KUHP tentang penipuan, pada 2015 lalu, Ko Ping mengatakan ternyata bukan dilakukan oleh Henry J. Gunawan selaku terlapor saat ini.

Informasi yang dihimpun, kasus tersebut diambil alih setelah penyidik Polda Jatim melakukan gelar perkara di Mabes Polri belum lama ini.

Dalam gelar perkara tidak ditemukan bukti kuat adanya penipuan yang dituduhkan kelompok pedagang kepada pengelola Pasar Turi. Fakta yang diungkap dalam gelar perkara lebih kepada kasus perdata.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, membenarkan Mabes Polri mengambil alih kasus Pasar Turi tersebut. Sayangnya, dia tidak memberikan alasan Mabes Polri mengambil alih kasus tersebut.

“Betul, memang diambil alih penyidik Mabes Polri,” singkatnya.(cn05)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *