Soekarwo : Pemda Harus Temukan Dua Olahraga yang Berpotensi Hasilkan Prestasi

oleh -0 Dilihat
Pakde Karwo memberikan sambutan pada Upacara Peringatan Hari Olah Raga Nasional XXXII Provinsi Jatim di Gedung Olah Raga ITS Surabaya

Surabaya, cakrawalanews.co –

Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo menegaskan agar Jatim mulai menyaring olahraga yang berpotensi menghasilkan prestasi bagi Jatim maupun nasional. Dengan begitu, nama Jatim maupun Indonesia akan terus terngiang di dunia internasional.

“Paling tidak ada dua cabang olahraga unggulan yang menjadi keistimewaan Jatim. Pemerintah daerah harus menemukan potensi tersebut sehingga dari cabang olahraga unggulan tersebut akan terjaring bakat atlet potensial yang berguna untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional,” ujarnya saat Upacara Peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) XXXII Prov. Jawa Timur tahun 2015 bertemakan Gerakan Budaya Olahraga Untuk Indonesia Sehat dan Pembukaan Women Futsalic 2015 Putri Kategori Umum dan SMA Se- Jawa Timur Memperebutkan Piala Bude Karwo di Gedung ITS , Surabaya, Senin (29/9).

Lebih lanjut dikatakan Pejabat yang akrab dipanggil Pak De Karwo ini, mengatakan peran aktif pemerintah juga tidak kalah pentingnya dalam menciptakan budaya olahraga di lingkungan masyarakat. Dimulai dari institusi terendah yakni di lingkungan RT maupun RW hingga keatasnya harus mengedukasi masyarakat akan pentingnya olahraga bagi kehidupan. Selain itu dengan mencintai olahraga menjadi bagian membentuk karakter bangsa dan menciptakan revolusi mental.

“ Momentum HAORNAS ke XXXII menjadi bagian penting dalam dunia olahraga, selain momentum mengingatkan masyarakat akan pentingnya olahraga juga sebagai ajang berprestasi dalam kancah nasional maupun internasional demi mengharumkan nama Indonesia, “ ucapnya.

Budaya olahraga tidak bisa terbentuk secara instan di lingkungan masyarakat, akan tetapi harus melalui proses yang berkesinambungan mulai dari masyarakat lingkup kecil hingga komunitas yang lebih besar. Faktor keluarga berperan penting agar masyarakat bisa mencintai olahraga. “Sebagai contoh, apabila kita terbiasa bangun siang dan tidak berolahraga di pagi hari serta saat libur, maka anak dan keluarga tidak akan bisa cinta olahraga. Gerakkan diri kita sendiri untuk mencintai olahraga, kemudian orang lain akan ikut secara otomatis,” pungkasnya.(cn01/mnhadi)