cakrawalanews.co
Cakrawala Surabaya Headline Indeks

Soal Fashion Show Ala Citayam Di Jalan Tunjungan. Legislator PKB : Kreatif Boleh Tapi Jangan Keblabasan

Mahfudz legislator dari fraksi PKB DPRD Surabaya
Mahfudz legislator dari fraksi PKB DPRD Surabaya

Surabaya, cakrawalanews.co – legislator DPRD Kota Surabaya menilai kegiatan fashion show ala Citayam Fashion Week yang digelar oleh sejumlah anak muda di zebra cross Jalan Tunjungan, pada Minggu (24/07/2022), dinilai sebagai ajang ekspresi yang keblabasan.

Hal tersebut dilontarkan oleh Anggota Fraksi PKB DPRD Surabaya Mahfudz. Pasalnya, kegiatan berupa fashion show itu dilaksanakan tidak pada tempatnya dan sangat mengganggu aturan yang ada.

” Ketika mereka melakukan kegiatan berfashion show di zebra cross menurut saya melanggar aturan. Dan saya tidak sepakat dengan hal tersebut” terangnya.

Mahfudz beralasan kegiatan mereka sangat menganggu kepentingan orang banyak dan juga berpotensi membahayakan dirinya sendiri dan orang lain, dengan memencet tanda menyeberang seenaknya sendiri dan menjadikan zebra cross menjadi catwalk.

Menurut Mahfudz, dalam mengeksplor kreativitas masih banyak ruang publik yang bisa digunakan tanpa mengganggu pengguna kendaraan. Misalnya di Balai Pemuda, di Balai Kota atau disekitar kawasan Alun-alun Surabaya dan sekitar gedung DPRD Surabaya.

“Kreatif boleh tapi jangan kemudian kebablasan seperti itu. Kita mengapresiasi kreatifitas anak-anak muda itu. Tapi kalau kebablasan ya harus diarahkan,” imbuh Mahfudz.

Disisi lain, Mahfudz pun juga menyayangkan adanya pihak yang membolehkan kegiatan fashion show ala Citayam Fashion Week tersebut, dengan alasan karena mendadak.

“Kota ini ada aturannya. Setiap kegiatan masyarakat diruang publik harus mendapatkan ijin resmi. Karena menyangkut keamanan dan kenyamanan bagi yang menggelar kegiatan maupun masyarakat sekitar,” terangnya.

Mahfudz meminta, kawasan Jalan Tunjungan harus dijaga oleh Satpol PP dan petugas Dishub Surabaya, agar kegiatan tersebut tidak terulang lagi.

“Kalau tidak, berarti pemerintah kota terkesan melakukan pembiaran dan mengijinkan kegiatan yang mengganggu pengguna jalan tersebut dilakukan lagi,” pungkasnya.(hadi)