Cakrawala EkonomiCakrawala JatimCakrawala LegislatifCakrawala NasionalCakrawala NewsHeadline

Pengelolaan Limbah Petrokimia Mendesak, DPR Ingatkan Industri Jaga Keberlanjutan dan Lingkungan

×

Pengelolaan Limbah Petrokimia Mendesak, DPR Ingatkan Industri Jaga Keberlanjutan dan Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi VII DPR RI, Rico Sia (tengah) 
Anggota Komisi VII DPR RI, Rico Sia (tengah) 

Gresik, cakrawalanews.co Anggota Komisi VII DPR RI, Rico Sia, menekankan pentingnya penguatan sistem pengelolaan limbah dalam pengembangan industri petrokimia nasional.

Menurutnya, percepatan pembangunan industri harus sejalan dengan aspek keamanan lingkungan untuk menjamin keberlanjutan produk dan menjaga hubungan baik antar-sektor.

​Pernyataan ini disampaikannya saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI ke PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) di Cilegon, Banten.

​“Pengelolaan limbah sangat penting sehingga tentunya produk-produk ini bisa berkelanjutan dan dapat membantu sektor lain,” ujar Rico.

​Rico menyoroti insiden radiasi di kawasan industri Cikande, Serang, beberapa waktu lalu sebagai contoh nyata. Insiden akibat buruknya pengelolaan limbah tersebut menyebabkan pencemaran serius dan memicu gangguan operasional pada industri lain di sekitarnya.

​Pencemaran di Cikande bahkan berdampak sistemik, hingga menahan produk ekspor sejumlah perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa kelalaian satu entitas dapat menimbulkan kerugian ekonomi langsung dan hilangnya kepercayaan lintas sektor.

​Politisi Fraksi Partai NasDem ini mendesak agar setiap industri, termasuk PT LCI, mengintegrasikan sistem pengelolaan limbah mereka dengan ketentuan lingkungan hidup yang berlaku, serta terhubung dengan dinas lingkungan hidup. Langkah ini adalah preventif agar risiko pencemaran tidak meluas.

​Menanggapi hal tersebut, Perwakilan PT Lotte Chemical Indonesia, Jojok Hadrijanto, memastikan perusahaan menerapkan kepatuhan ketat terhadap regulasi lingkungan. Ia menyebutkan sistem pemantauan limbah PT LCI kini disiapkan untuk terhubung langsung dengan dinas lingkungan hidup, memungkinkan deteksi otomatis jika terjadi potensi pelampauan ambang batas.

​Hadrijanto menegaskan, menjaga reputasi perusahaan jauh lebih bernilai dibanding mengambil risiko dengan pengelolaan limbah yang tidak sesuai ketentuan. ( wa/dp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *