Cakrawala JatimCakrawala NewsHeadline

Jadi Pilot Project Digitalisasi Bansos, Pemkot Mojokerto Latih Ratusan Agen Pendamping

×

Jadi Pilot Project Digitalisasi Bansos, Pemkot Mojokerto Latih Ratusan Agen Pendamping

Sebarkan artikel ini
Balaikota Mojokerto Gelar Pelatihan Agen Pendamping Program Digitalisasi Bansos
Balaikota Mojokerto Gelar Pelatihan Agen Pendamping Program Digitalisasi Bansos
Kota Mojokerto – Cakrawalanews.co | Pemerintah Kota Mojokerto terus memperkuat transformasi digital dalam pelayanan sosial dengan menggelar pelatihan Agen Pendamping Digitalisasi Bantuan Sosial (Bansos) di Balaikota Mojokerto, Jumat (22/5). Sebanyak 324 agen pendamping diterjunkan untuk mendukung implementasi program Bansos Digital di Kota Mojokerto yang menjadi salah satu daerah percontohan nasional.
 
Para agen tersebut terdiri dari ASN, surveyor, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), pendamping PKH, hingga relawan sosial yang nantinya bertugas mendampingi masyarakat dalam proses pendaftaran bansos berbasis digital.
 
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mojokerto, Citra Mayangsari, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari tahapan pelaksanaan program Perlinsos Digital yang kini mulai diperluas secara nasional.
 
“Program ini sebenarnya sudah dilaksanakan sejak tahun 2025 dengan salah satu pilot project-nya Kabupaten Banyuwangi dan alhamdulillah berhasil. Tahun ini diperluas ke 42 kabupaten/kota di Indonesia, termasuk tiga daerah di Jawa Timur, yakni Kota Mojokerto, Kota Surabaya, dan Kota Malang,” jelasnya.
 
Citra menyampaikan para peserta yang hadir merupakan agen terpilih yang akan menjadi ujung tombak pendampingan masyarakat dalam proses digitalisasi bantuan sosial. Mereka akan membantu masyarakat memahami penggunaan Identitas Kependudukan Digital (IKD) sekaligus tata cara pendaftaran bansos secara mandiri melalui sistem digital.
 
“Nanti teman-teman agen ini bertugas mendampingi masyarakat mendaftarkan melalui digitalisasi. Masyarakat akan diajari menggunakan IKD dan bagaimana cara mendaftarkan diri,” terangnya.
 
Ia menambahkan, sistem Bansos Digital dirancang untuk memangkas alur panjang penyaluran bansos yang sebelumnya dinilai kurang efektif dan kerap tidak tepat sasaran. Jika sebelumnya proses pengusulan bansos harus melewati banyak tahapan mulai dari usulan masyarakat hingga rapat di tingkat kelurahan, kini proses tersebut dibuat lebih sederhana dan terintegrasi.
 
“Dengan program digital bansos ini, skema penyaluran dipersempit dan diberi kemudahan. Masyarakat sendiri bisa langsung mengakses dan mendaftarkan,” katanya.
 
Lebih lanjut, Citra menjelaskan bahwa sistem Bansos Digital nantinya terhubung dengan berbagai data lintas sektor untuk memastikan bantuan sosial benar-benar diterima masyarakat yang berhak. Data penerima akan terintegrasi dengan kondisi ekonomi, status perbankan, penggunaan listrik, hingga data kepegawaian.
 
“Kalau ada masyarakat mengajukan bansos, nanti akan dicek kondisi listriknya, kondisi perbankannya, status kepegawaiannya, semuanya nyambung. Jadi bantuan bisa lebih tepat sasaran,” terangnya.
 
Dalam sosialisasi tersebut, para agen juga mendapatkan materi terkait penggunaan dashboard Perlinsos, pemanfaatan IKD, serta mekanisme pendampingan masyarakat yang akan mengajukan bantuan sosial melalui sistem digital. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *