Banyuwangi, Cakrawalanews.co – Bandara Internasional Banyuwangi, Jawa Timur, resmi mengaktifkan Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2026 pada hari Jumat, tanggal 13 Maret 2026. Fasilitas ini difungsikan sebagai pusat koordinasi dan pemantauan pergerakan pesawat serta penumpang selama masa arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 Hijriah.
General Manajer Bandara Internasional Banyuwangi, Mohamad Holik Muardi, menjelaskan bahwa keberadaan posko ini sangat krusial bagi kelancaran operasional. “Posko terpadu ini juga untuk percepatan penanganan apabila terjadi kondisi darurat atau kendala operasional,” kata Mohamad Holik Muardi dalam keterangannya.
Sebanyak 66 personel gabungan dikerahkan untuk mendukung kegiatan di bandara yang terletak di Kecamatan Blimbingsari tersebut. Rinciannya terdiri atas 30 personel internal pihak bandara dan 36 personel eksternal yang berasal dari unsur TNI, Polri, BMKG, serta Kantor Kesehatan Pelabuhan.
Selama periode angkutan Lebaran, seluruh personel operasional, layanan penumpang, aviation security, hingga tim teknis disiagakan penuh. Langkah ini diambil guna memastikan standar pelayanan tetap berjalan optimal di tengah peningkatan trafik.
Manajemen bandara juga memberikan perhatian khusus pada kenyamanan pengguna jasa. Upaya yang dilakukan meliputi peningkatan kebersihan area terminal, optimalisasi alur keberangkatan dan kedatangan, kesiapan fasilitas pendukung, serta penyediaan informasi penerbangan yang akurat bagi masyarakat.
Mohamad Holik Muardi menegaskan bahwa monitoring harian akan terus dilakukan melalui posko tersebut. “Melalui posko terpadu, kami melakukan monitoring harian terhadap pergerakan pesawat dan penumpang agar setiap dinamika operasional di lapangan dapat ditangani dengan cepat dan tepat, kami berkomitmen menghadirkan pelayanan yang aman, nyaman, dan lancar bagi seluruh pengguna jasa,” kata Mohamad Holik Muardi.
Persiapan menyeluruh lainnya telah dilakukan untuk menjamin keamanan dan ketertiban penerbangan. Hal ini mencakup optimalisasi fasilitas sisi udara (airside) maupun sisi darat (landside), serta penguatan pengawasan keamanan di seluruh area bandara.
Koordinasi dengan pemangku kepentingan seperti maskapai, AirNav Indonesia, perusahaan ground handling, dan instansi terkait juga terus diperkuat. Mohamad Holik Muardi menilai mobilitas masyarakat yang sangat tinggi memerlukan kesiapan maksimal dari semua unsur.
“Periode angkutan Lebaran merupakan momen penting yang membutuhkan kesiapan maksimal dari seluruh unsur operasional bandara, dalam masa-masa ini, mobilitas masyarakat sangat tinggi, oleh karena itu kami ingin memastikan seluruh fasilitas, personel dan prosedur operasional berada dalam kondisi siap mendukung kelancaran arus mudik/balik Lebaran,” kata Mohamad Holik Muardi.
Sebagai bagian dari prosedur keselamatan, pihak bandara telah melaksanakan ramp check terhadap kendaraan dan peralatan ground handling. Pemeriksaan teknis ini menyasar peralatan vital seperti baggage towing tractor, baggage car, towing bar, hingga conveyor belt.
Tujuan utama dari pengecekan ini adalah memastikan seluruh sarana pendukung dalam kondisi laik operasi. “Ramp check ini bertujuan untuk memastikan seluruh kendaraan dan peralatan ground handling berada dalam kondisi laik operasi, memenuhi standar keselamatan, serta siap mendukung kelancaran operasional penerbangan selama periode Lebaran,” katanya.
Selama masa operasional posko yang berlangsung pada hari Jumat, tanggal 13 Maret hingga 30 Maret 2026, Bandara Internasional Banyuwangi memproyeksikan akan melayani sebanyak 7.175 penumpang.
Berdasarkan estimasi data, puncak arus mudik diperkirakan jatuh pada hari Rabu, tanggal 18 Maret 2026. Sementara itu, puncak arus balik diprediksi akan terjadi pada hari Minggu, tanggal 29 Maret 2026.(wan/an)













