Cakrawalanews.co- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, secara resmi memberikan dukungan penuh terhadap langkah Universitas Bojonegoro (Unigoro) yang menjalin sinergi strategis dengan pemerintah Timor Leste. Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) ini dikukuhkan melalui penandatanganan kerja sama yang mencakup bidang pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat.
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menyatakan pada Rabu bahwa kolaborasi di sektor pendidikan ini diharapkan mampu mencetak SDM unggul, salah satunya melalui pemberian beasiswa bagi pelajar asal Timor Leste yang ingin menempuh studi di Unigoro. Wahono menilai kemitraan yang melibatkan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Kebudayaan Timor Leste, Jose Honorio da Costa Pereira Jeronimo, merupakan wujud nyata diplomasi pendidikan antarnegara yang membanggakan bagi daerah. “Kampus Unigoro menjadi satu-satunya kampus di Bojonegoro yang pertama kali mendatangkan menteri dari luar negeri,” jelasnya.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Kebudayaan Timor Leste, Jose Honorio da Costa Pereira Jeronimo, menjelaskan bahwa melalui kesepakatan ini pihaknya akan membangun jembatan komunikasi antara Unigoro dengan berbagai perguruan tinggi di Timor Leste. Ia menekankan bahwa tujuan utama kerja sama ini adalah membuka peluang bagi mahasiswa maupun dosen untuk terlibat dalam program pertukaran, riset bersama, hingga kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) atau Servico Comunitario dos Estudantes. Terkait kendala komunikasi, ia merasa optimis karena mahasiswa Timor Leste diyakini mampu mengikuti perkuliahan dalam Bahasa Indonesia. “Seperti saat ini Unigoro berkomitmen memberikan akses beasiswa fully funded kepada lima mahasiswa asal Timor Leste,” terangnya.
Menambahkan perspektif teknis, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi dan Sains Timor Leste, Domingos Barros, berharap kolaborasi ini dapat terus berkembang di masa depan. Ia menyoroti adanya kesamaan karakteristik antara Bojonegoro dan Timor Leste, mulai dari aspek geografis, kondisi tanah, hingga potensi ekonomi di sektor pertanian dan industri ekstraktif. “Sama-sama memiliki struktur tanah gerak dan industri ekstraktif bidang tambang nikel dan juga punya potensi pertanian, sehingga kolaborasi ini sama-sama bisa menjawab permasalahan yang ada,” pungkasnya.( wa/ar)












