Cakrawala DaerahCakrawala News

DPKPCK Bojonegoro Targetkan Pembangunan 817 Unit RTLH untuk Tekan Angka Kemiskinan

×

DPKPCK Bojonegoro Targetkan Pembangunan 817 Unit RTLH untuk Tekan Angka Kemiskinan

Sebarkan artikel ini
DPKPCK
DPKPCK

Cakrawalanews.co-Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terus berkomitmen menekan angka kemiskinan melalui program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi masyarakat setempat. Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman DPKPCK Kabupaten Bojonegoro, Nugroho, menjelaskan bahwa seluruh proses pembangunan ini didasarkan pada pengajuan yang disampaikan masyarakat melalui pemerintah desa masing-masing.

“Pembangunan RTLH ini untuk pengentasan kemiskinan masyarakat supaya menjadi rumah layak huni dan sehat,” kata Nugroho saat memberikan keterangan di Bojonegoro pada hari Rabu.

Lebih lanjut, Nugroho menyampaikan bahwa kondisi hunian merupakan salah satu indikator utama dalam mengategorikan keluarga miskin, sehingga intervensi fisik pada bangunan rumah menjadi langkah krusial dalam mengurangi angka kemiskinan di wilayah tersebut. Berdasarkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) 2026, pemerintah daerah berencana membangun kurang lebih sebanyak 817 unit RTLH. Calon penerima manfaat program ini diwajibkan terdaftar dalam Data Mandiri Masyarakat Miskin Daerah (Damisda) atau Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Demi kelancaran program, tim di lapangan tengah melakukan verifikasi mendalam untuk memastikan ketepatan sasaran. “Saat ini sudah dilakukan survei untuk memastikan status tanah yang akan dibangun RTLH merupakan hak milik penerima manfaat,” jelasnya.

Terdapat sedikit perbedaan spesifikasi teknis dibandingkan tahun sebelumnya, di mana bangunan RTLH tahun 2026 akan memiliki ukuran 5×6 meter dengan fasilitas atap galvalum, kusen aluminium, dinding bata ringan, lantai keramik, serta ketersediaan satu kamar tidur. Sebagai perbandingan, pada tahun 2025 terdapat 746 unit yang dibangun dengan ukuran 4×7 meter menggunakan lantai rabat. Melalui perbaikan kualitas hunian ini, pemerintah berharap taraf hidup masyarakat dapat meningkat secara signifikan.

“Harapannya masyarakat dapat semakin nyaman menempati rumah setelah dibangun dan fokus bekerja mencukupi perekonomian keluarganya,” pungkas Nugroho.( wa/ar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *