Cakrawala DaerahCakrawala JatimCakrawala News

Tulungagung Targetkan Status Bebas Antraks Setelah Empat Tahun Nihil Temuan Kasus

×

Tulungagung Targetkan Status Bebas Antraks Setelah Empat Tahun Nihil Temuan Kasus

Sebarkan artikel ini
drh. Tutus Sumaryani 
drh. Tutus Sumaryani 

Cakrawalanews.co-  Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, melaporkan tidak adanya temuan kasus antraks pada hewan ternak selama empat tahun terakhir. Capaian positif ini mendorong pemerintah daerah untuk segera membidik status resmi sebagai wilayah bebas antraks.

​Kepala Bidang Kesehatan Hewan DPKH Tulungagung, drh. Tutus Sumaryani, mengungkapkan bahwa kasus antraks terakhir di wilayahnya terdeteksi pada 2021. Sejak saat itu, tim di lapangan tidak menemukan laporan baru maupun indikasi penyebaran kembali di area yang sebelumnya sempat tertular.

​”Sampai saat ini belum ada laporan kasus baru. Sudah empat tahun tidak ada temuan antraks di Tulungagung,” kata Tutus pada Minggu.

​Penyakit antraks yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis merupakan infeksi menular pada hewan ternak seperti sapi, kambing, dan domba yang bersifat zoonosis atau dapat menular ke manusia. Guna mengantisipasi risiko kemunculan kembali, DPKH tetap konsisten menjalankan vaksinasi rutin, khususnya di wilayah-wilayah yang memiliki riwayat kasus.

​Langkah vaksinasi ini merupakan bagian dari prosedur untuk meningkatkan status wilayah, mulai dari kategori tertular menuju terduga, hingga akhirnya layak menyandang predikat bebas antraks.

​”Kami terus memaksimalkan vaksinasi dan pemantauan agar Tulungagung dapat segera dinyatakan bebas antraks,” ujarnya.

​Tutus menambahkan bahwa untuk meraih status bebas antraks secara formal, dibutuhkan pengawasan ketat secara berkelanjutan selama rentang waktu empat hingga 10 tahun tanpa adanya temuan kasus baru.

Melihat tren nihil kasus yang terjaga sejak 2021, DPKH optimistis target tersebut dapat tercapai selama upaya pencegahan dan pengawasan dilakukan secara konsisten.( wa/ar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *