Cakrawalanews.co ‘Satuan Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polres Lamongan menggelar kegiatan edukasi bagi 142 siswa PG dan TK Tapas Al-Ihsan II guna menanamkan kesadaran keselamatan serta pemahaman dasar mitigasi bencana di wilayah perairan sejak usia dini. Langkah ini diambil sebagai upaya preventif mengingat wilayah Lamongan yang memiliki kawasan pesisir yang luas.
Kepala Satuan (Kasat) Polairud Polres Lamongan AKP Guntur menjelaskan bahwa edukasi tersebut difokuskan pada pengenalan perilaku aman saat berada di lingkungan perairan serta langkah sederhana yang dapat dilakukan anak-anak dalam situasi darurat. Pihaknya ingin memastikan anak-anak memahami risiko di sekitar mereka dengan cara yang menyenangkan dan mudah dimengerti.
“Kami memberikan pemahaman dasar tentang pentingnya keselamatan, seperti tidak bermain di tepi sungai tanpa pengawasan orang dewasa dan mengenal alat keselamatan seperti pelampung,” ujar Guntur di Lamongan, Jawa Timur, Minggu.
Menurut dia, wilayah Lamongan yang memiliki kawasan pesisir dan perairan membutuhkan penguatan literasi keselamatan sejak dini agar anak-anak memiliki kesadaran risiko sesuai usia mereka. Hal ini diharapkan dapat meminimalisir potensi kecelakaan air yang melibatkan anak-anak di masa mendatang.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa diperkenalkan pada fungsi tugas kepolisian perairan secara umum. Namun, materi lebih banyak diarahkan pada edukasi keselamatan praktis, termasuk cara meminta pertolongan, menjaga ketenangan saat terjadi keadaan darurat, serta pentingnya mengikuti arahan orang dewasa.
Materi disampaikan melalui pendekatan interaktif dan peragaan sederhana agar mudah dipahami oleh anak-anak. Para siswa pun tampak antusias saat diberi kesempatan bertanya seputar keselamatan di air dan hal-hal yang harus dihindari saat bermain di sekitar perairan. Sebanyak sembilan guru turut mendampingi para siswa dalam suasana yang berlangsung komunikatif tersebut.
Guntur berharap kegiatan serupa dapat meningkatkan pemahaman keselamatan anak serta mendorong peran keluarga dan sekolah dalam membangun budaya waspada terhadap potensi bencana di lingkungan sekitar. Dengan sinergi antara kepolisian, sekolah, dan orang tua, diharapkan budaya keselamatan di wilayah perairan dapat tercipta dengan lebih kuat.( wa/ar)












